
Ilustrasi bagian tubuh yang mengalami kanker kulit (Dok. Freepik)
Jenis ini muncul dalam bentuk lesi datar bersisik mirip kerak, yang dapat menimbulkan rasa gatal, berdarah, atau berubah menjadi kerak. Kanker kulit ini muncul dari sel skuamosa yang menyusun lapisan tengah kulit hingga luar.
Selain paparan sinar UV, kondisi ini dapat pula dipicu oleh faktor lain seperti luka bakar, luka yang berlangsung lama, maupun paparan zat kimia tertentu.
3. Kanker Kulit Melanoma
Kondisi ini sering terlihat sebagai bercak atau benjolan berwarna cokelat yang menyerupai tahi lalat, tetapi memiliki bentuk yang tidak beraturan. Jenis kanker kulit ini merupakan yang paling berbahaya, karena berasal dari melanosit yaitu sel penghasil pigmen melanin.
Kondisi ini dapat dipicu oleh paparan sinar ultraviolet (UV), faktor genetik, serta riwayat keluarga yang pernah menderita melanoma.
Upaya Pengobatan terhadap Penderita Kanker Kulit
Pengobatan kanker kulit umumnya disesuaikan dengan tahapan stadium penyakit. Pada tahap awal, dapat digunakan krim atau krioterapi dengan nitrogen cair guna menghancurkan sel kanker.
Di kasus stadium lebih lanjut, operasi akan menjadi pilihan dengan mengangkat jaringan kanker beserta kulit sehat di sekitarnya, maupun melalui operasi Mohs yang memeriksa lapisan kulit secara detail.
Jika operasi tidak memungkinkan atau kanker sudah menyebar luas, radioterapi dan kemoterapi dapat digunakan untuk menghancurkan sel kanker. Selain itu, terapi biologis juga bisa diberikan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar lebih efektif melawan kanker.
