
Ilustrasi pasangan. (pexels.com)
JawaPos.com - Pernahkah Anda bertemu seseorang yang seolah-olah tidak bisa hidup tanpa pasangan? Orang-orang seperti ini cenderung menunjukkan perilaku yang dikenal sebagai clingy.
Mereka terlalu bergantung pada pasangannya, baik secara emosional maupun fisik. Fenomena ini bukan hanya soal sifat unik, tetapi juga sering berakar pada psikologi yang lebih dalam.
Perasaan merasa tidak lengkap tanpa pasangan menjadi ciri khas mereka, yang tercermin dalam berbagai tindakan sehari-hari.
Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Minggu (5/1) berikut adalah delapan perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang clingy:
Orang yang clingy biasanya membutuhkan pasangan bukan hanya untuk hal-hal fisik, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka. Mereka sering kali memerlukan kepastian terus-menerus, seperti mendengar pasangannya mengatakan "Aku mencintaimu" setiap hari.
Kata-kata seperti, “Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu” atau “Kamu segalanya bagiku” menjadi frasa andalan mereka. Ketergantungan ini dapat membuat mereka sulit merasa nyaman ketika harus berdiri sendiri atau mengambil keputusan tanpa dukungan pasangan.
Rasa takut sendirian adalah salah satu ciri utama perilaku clingy. Ini bukan hanya tentang suka ditemani, tetapi ketakutan mendalam terhadap kesendirian.
Mereka cenderung mengisi setiap waktu luang dengan berbagai aktivitas sosial atau, jika tidak memiliki pasangan, segera mencari hubungan baru.
Bahkan ketika sendirian di rumah, mereka sering mengalihkan perhatian dengan media sosial, film, atau apa saja yang bisa membuat mereka merasa "terhubung".
Rasa tidak percaya diri juga menjadi salah satu faktor mengapa seseorang merasa tidak lengkap tanpa pasangan. Mereka sering kali membandingkan diri dengan orang lain atau mengukur nilai diri berdasarkan status hubungan.
Jika sedang lajang, mereka mungkin berpikir, “Pasti ada yang salah dengan diri saya”. Harga diri yang rendah ini juga membuat mereka lebih rentan terhadap ekspektasi negatif dalam hubungan.
Misalnya dengan sering menganggap pasangan mereka tidak cukup peduli atau tidak mendukung.
Orang yang clingy cenderung sulit menetapkan batasan dalam hubungan. Mereka sering kali mendahulukan kebutuhan pasangan di atas kebutuhan pribadi, bahkan jika itu merugikan mereka sendiri.
Misalnya, mereka mungkin merasa enggan berkata “tidak” atau terus-menerus berusaha menyenangkan pasangannya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan kelelahan emosional karena kehilangan ruang untuk diri sendiri.
Perilaku orang yang clingy sering kali melibatkan overthinking atau berpikir berlebihan. Setiap pesan teks yang terlambat dibalas, pandangan yang tidak disengaja, atau jeda dalam percakapan bisa memicu kekhawatiran besar.
