
Suasana Jakarta International Stadium saat Persija Jakarta gagal meraih kemenangan dan kehilangan poin penting di hadapan Jakmania. (Persija)
JawaPos.com–Stadion Jakarta International Stadium nampaknya kurang bersahabat untuk Persija Jakarta di Super League 2025/2026. Alih-alih menjadi benteng kokoh, stadion megah itu justru menyimpan memori kelam dengan hilangnya 11 poin krusial di hadapan ribuan Jakmania.
Pada musim ini, Persija Jakarta sebenarnya memakai tiga stadion untuk menggelar laga kandang. Selain Stadion JIS, Persija Jakarta juga memakai Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Manahan Solo.
Namun fakta di lapangan justru berbicara sebaliknya dari ekspektasi. Persija Jakarta malah kehilangan banyak poin saat bermain di Stadion JIS, yang seharusnya menjadi markas utama mereka.
Dari tujuh pertandingan di JIS, Persija Jakarta hanya meraih tiga kemenangan dan empat hasil imbang. Artinya, dari total 21 poin maksimal, Macan Kemayoran cuma mengamankan 13 poin saja.
Situasi ini tentu menjadi alarm serius bagi tim ibu kota. Apalagi selisih delapan poin yang hilang di kandang bisa berdampak besar pada posisi klasemen di akhir musim.
Dua laga kandang terakhir di JIS semakin mempertegas masalah tersebut. Persija Jakarta hanya mampu bermain imbang saat menghadapi Borneo FC dan Dewa United.
Hasil imbang lainnya juga terjadi saat melawan Malut United dan Bali United. Empat laga tanpa kemenangan penuh di JIS menjadi bukti stadion ini belum benar-benar ramah bagi Persija Jakarta.
Padahal, dukungan Jakmania selalu memadati tribun dengan atmosfer luar biasa. Namun energi besar itu belum sepenuhnya mampu diterjemahkan menjadi hasil maksimal di lapangan.
Berbanding terbalik dengan performa di stadion lain. Saat bermain di Stadion Manahan, Persija Jakarta justru tampil sempurna dengan dua kemenangan dari dua laga.
PSBS Biak dan Persik Kediri menjadi korban keganasan Persija Jakarta di Solo. Produktivitas dan efektivitas permainan terlihat jauh lebih stabil dibandingkan saat tampil di JIS.
Sementara itu, performa di SUGBK juga tergolong cukup solid. Persija Jakarta mampu meraih tiga kemenangan meski sempat menelan satu kekalahan dari Arema FC dengan skor 0-2.
Jika ditotal, performa kandang Persija Jakarta di luar JIS justru lebih meyakinkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar soal faktor apa yang membuat JIS terasa berbeda.
