
Aryna Sabalenka (Bein Sports)
JawaPos.com - Aryna Sabalenka kemungkinan tidak akan lagi bertanding di Dubai. Bukan karena konflik Timur Tengah yang terjadi belakangan ini, melainkan karena petenis wanita ranking pertama dunia itu kecewa dengan komentar direktur turnamen Dubai Tennis Championships, Salah Tahlak.
Bulan lalu, Talak mengusulkan hukuman berat kepada pemain yang mundur. Selain didenda, juga pengurangan poin peringkat. Komentar itu muncul menyusul keputusan mundur sejumlah pemain top seperti Sabalenka dan Iga Swiatek (ranking kedua dunia).
Sabalenka menyebut pandangan itu konyol dan tidak melindungi pemain. ”Sungguh menyedihkan. Mereka hanya peduli pada (penjualan), pada turnamen, dan hanya itu,” kata Sabalenka seperti dikutip dari BBC.
”Saya tidak yakin apakah saya ingin pergi ke sana lagi setelah komentar itu. Bagi saya, itu sudah terlalu berlebihan,” imbuhnya.
Sabalenka menjelaskan bahwa keputusan mundur merupakan pilihan terbaik di tengah jadwal padat tur WTA.
”Kami harus memutuskan untuk memprioritaskan kesehatan dan memastikan ada jeda singkat untuk beristirahat, mengisi ulang energi, berlatih, dan lebih siap untuk turnamen yang lebih besar,” bebernya.
