
MODUS: Uang palsu yang dilapisi uang asli untuk menipu korban. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Joko Sugiarto belajar membuat uang palsu (upal) secara otodidak. Dalam penyidikan, pria 56 tahun itu mengaku mempelajari caranya cukup dari YouTube. Dia menjadikan video tutorial menyablon sebagai dasar membuat upal.
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menuturkan, teknik menyablon itu selanjutnya diterapkan ke kertas buram oleh tersangka. ”Model pembuatannya cukup sederhana,” ujarnya.
Joko, kata dia, sebenarnya bukan tukang sablon. Dia sengaja mempelajari cara menyablon untuk membuat upal. ”Kebetulan ada pendananya,” jelasnya. Arso Suprantiyo, pendana itu, adalah salah seorang temannya.
Mereka berdua awalnya coba-coba mengedarkan upal sendiri. Yang disasar adalah pedagang kecil. ”Modusnya membeli sesuatu pada malam hari. Dengan harapan, kualitas uang tersamarkan,” terangnya.
Gatot menerangkan, aksi coba-coba itu berhasil. Arso sebagai pendana kemudian merekrut tiga orang untuk mengedarkan lebih banyak upal. Yakni, Ahmad Untung Wijaya, Ali Agung, dan Ari Susanto.
”Modus mengedarkannya diganti. Bukan lagi membeli. Namun, menjual upal secara langsung,” tuturnya. Komplotan itu memakai sistem penjualan satu banding tiga. Upal Rp 3 juta ditukar Rp 1 juta asli.
Jejak penjualan upal kelompok itu saat ini sedang ditelusuri penyidik. Hanya, Gatot memastikan mereka beraksi sejak sepuluh bulan terakhir. Dia menduga, upal yang diedarkan tidak sedikit.
Dugaan itu bukan tanpa alasan. Gatot mengatakan, barang bukti upal yang disita dari kelima tersangka cukup banyak. Nominalnya mencapai Rp 3,7 miliar.
Bisnis mereka awalnya terendus di Banyuwangi. Di sana, petugas menangkap Ari Susanto yang akan bertransaksi upal. Pengusutan kasus itu lantas dikembangkan. Empat anggota komplotan tersebut kemudian ditangkap.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
