Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Maret 2026, 15.48 WIB

Diserbu Ribuan Wisatawan Usai Nyepi! Penglipuran Bali Kembali Buktikan Daya Magisnya di Libur Lebaran 2026

Suasana ramai wisatawan di Desa Penglipuran Bali saat libur Lebaran 2026. (Radar Bali) - Image

Suasana ramai wisatawan di Desa Penglipuran Bali saat libur Lebaran 2026. (Radar Bali)

JawaPos.com — Pesona Desa Wisata Penglipuran seperti tak pernah kehilangan daya tariknya, apalagi setelah perayaan Nyepi 2026 berlalu. Momentum libur Lebaran langsung memantik lonjakan wisatawan yang datang silih berganti setiap hari.

Suasana desa yang dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia itu mendadak jauh lebih ramai dari biasanya.

Jalan-jalan rapi yang sebelumnya hening saat Nyepi kini dipenuhi langkah kaki wisatawan yang penasaran ingin merasakan langsung atmosfer khas Bali.

Data kunjungan terbaru menunjukkan peningkatan signifikan sejak pertengahan Maret 2026. Lonjakan itu seakan menjadi bukti jika Penglipuran tetap menjadi destinasi favorit, bahkan di tengah banyaknya pilihan wisata lain di Bali.

Manager Daya Tarik Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mencatat grafik kunjungan mulai merangkak naik sejak 17 Maret. Namun, puncak keramaian benar-benar terasa setelah Hari Raya Nyepi usai.

Pada 20 Maret, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 2.644 orang. Angka tersebut kemudian melonjak drastis hanya dalam hitungan hari berikutnya.

Tanggal 21 Maret, jumlah wisatawan mencapai 4.111 orang. Sehari berselang, tepatnya 22 Maret, jumlah itu kembali meningkat menjadi 4.387 pengunjung.

Lonjakan ini bukan sekadar angka, tetapi juga mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap pengalaman wisata berbasis budaya.

Penglipuran menawarkan sesuatu yang sulit ditemukan di tempat lain, yakni harmoni antara manusia, alam, dan tradisi.

"Mayoritas masih didominasi wisatawan domestik dari kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya," jelas Sumiarsa, Senin (23/3/2026).

Pernyataan itu sekaligus menegaskan dominasi pelancong lokal selama musim libur Lebaran tahun ini.

Fenomena ini juga menunjukkan adanya pergeseran tren wisata masyarakat Indonesia. Banyak wisatawan kini lebih tertarik pada destinasi yang menawarkan ketenangan sekaligus nilai budaya yang kuat.

Tak hanya sekadar berjalan-jalan, wisatawan yang datang ke Penglipuran biasanya ingin merasakan langsung kehidupan masyarakat setempat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore