Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Agustus 2025, 14.51 WIB

Menilik 8 Pengalaman Masa Kecil Penyebab Seseorang Sering Ucap 'Maaf'

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan gestur meminta maaf, tetapi ekspresi wajahnya terlihat bingung dan sedih./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan gestur meminta maaf, tetapi ekspresi wajahnya terlihat bingung dan sedih./Freepik

5. Tumbuh dengan Perasaan Tak Terlihat

Ketika anak-anak merasa diabaikan atau tidak dianggap, mereka akan merasa keberadaannya tidak penting. Hal ini akan memicu mereka untuk meminta maaf sebagai cara halus untuk mengakui keberadaannya. Permintaan maaf ini berfungsi sebagai pengingat.

Mereka melakukannya supaya orang lain tahu kalau dirinya ada. Ini adalah upaya untuk mendapatkan pengakuan dari orang-orang.

6. Pola Asuh Tidak Konsisten

Lingkungan rumah yang tidak terduga membuat mereka harus selalu berhati-hati dalam berperilaku. Mereka belajar memakai permintaan maaf sebagai tindakan pencegahan. Ini dilakukan untuk menghindari konflik atau hukuman.

Pola ini menjadikan mereka selalu berjalan di atas "kulit telur". Mereka melakukan hal itu untuk menjaga stabilitas.

7. Mengalami Penelantaran Emosional

Kebutuhan emosional yang selalu diabaikan membuat mereka percaya bahwa perasaannya tidak penting. Mereka cenderung meminta maaf atas perasaan yang diekspresikan. Mereka merasa tidak pantas memiliki perasaan tersebut.

Ini adalah mekanisme pertahanan diri, meyakini perasaannya adalah kesalahan. Mereka hanya merasa bersalah telah merasakan suatu emosi tertentu.

8. Dibesarkan di Lingkungan Tanpa Empati

Satu di antara pengalaman ini adalah dibesarkan di lingkungan yang kurang berempati. Anak-anak ini mungkin menggunakan permintaan maaf untuk mencari validasi. Mereka mencari pengakuan atas perasaan mereka yang kerap diabaikan.

Mereka ingin perasaannya diakui oleh orang lain. Mereka melakukan hal itu dengan harapan orang lain mau memahami dirinya.

Perilaku sering meminta maaf berlebihan bukanlah tanda kelemahan, melainkan respons yang dipelajari. Ini adalah upaya alam bawah sadar untuk menjaga perdamaian dan mencari validasi diri. Mengubah kebiasaan ini dimulai dari kesadaran.

Belajarlah untuk bertanya pada diri sendiri apakah permintaan maaf benar-benar diperlukan. Ubahlah pola pikir ini secara perlahan. Tujuannya adalah berhenti meminta maaf karena menjadi manusia seutuhnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore