
ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS)
Joget velocity mengajarkan kita bahwa modernitas dan tradisi bukanlah dua kutub yang bertentangan. Keduanya dapat bersinergi. Tantangannya adalah menjaga tradisi tidak kehilangan rohnya: keikhlasan memaafkan, kehangatan kebersamaan, dan komitmen merawat hubungan. Di era digital yang serbacepat, Idul Fitri mengingatkan kita bahwa ada nilai-nilai yang perlu diperlambat agar makna Idul Fitri tetap abadi dan mengakar dalam sanubari. (*)
---
*) RIRIE RENGGANIS, Penyair dan dosen sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya
