
Puasa bisa menjadi terapi pengendalian emosi (freepik)
Menurut Cleveland Clinic, self awareness adalah kunci utama dalam pengelolaan emosi yang sehat. Dengan mengenali emosi, seseorang lebih mudah mengendalikannya.
4. Menstabilkan emosi lewat pola makan seimbang
Kondisi fisik sangat memengaruhi emosi. Pola makan saat sahur dan berbuka berperan penting dalam menjaga suasana hati.
WHO menekankan bahwa pola makan sehat mendukung kesehatan mental dan stabilitas emosional. Nutrisi yang tepat membantu keseimbangan hormon.
5. Memperkuat spiritualitas untuk ketenangan batin
Ibadah seperti shalat, dzikir dan membaca Al-Qur'an bisa memberi ketenangan pikiran maupun batin. Aktivitas spiritual ini membantu menurunkan tingkat stres.
Menurut Mayo Clinic, praktik spiritual dapat meningkatkan rasa damai dan membantu mengatasi tekanan emosional. Jadi Anda bisa memperbanyak dzikir saat merasa cemas atau marah. Sebab ucapan yang baik membantu menenangkan pikiran.
6. Mengalihkan fokus pada empati dan kepedulian
Puasa mengajarkan empati terhadap mereka yang kekurangan. Artinya rasa lapar menjadi pengingat untuk lebih peduli kepada sesama.
UNICEF menyebutkan bahwa empati berperan penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Kepedulian ini membantu meredam ego dan emosi negatif. ***
