Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Maret 2026, 00.04 WIB

Tidak Boleh Ikut Lebaran Arab Saudi, Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad sedang berceramah Sumber foto : Instagram/@ustadzabdulsomad_official - Image

Ustadz Abdul Somad sedang berceramah Sumber foto : Instagram/@ustadzabdulsomad_official

JawaPos.com - Polemik terkait perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri kerap muncul setiap tahun dan menjadi perbincangan banyak orang di Tanah Air.

Sebagian masyarakat bertanya-tanya, apakah boleh mengikuti keputusan negara lain seperti Arab Saudi dalam menentukan 1 Syawal atau Lebaran Idul Fitri?.

Terkait hal tersebut, penceramah kondang ustaz Abdul Somad memberikan pernyataan. Menurut tokoh agama yang kerap disapa UAS, umat Islam di Tanah Air tidak diperbolehkan mengikuti penetapan Lebaran Idul Fitri dari luar negeri, termasuk Arab Saudi.

Menurutn UAS, penentuan hari besar Islam harus mengikuti penetapan dari otoritas pemerintah setempat. Hal itu diungkapkan ustaz Abdul Somad saat berceramah di Pekanbaru yang videonya beredar di media sosial.

“Bolehkah mengikuti Lebaran Saudi Arabia? Tidak boleh. Karena dalam shalat kita ikut waktu Saudi atau Pekanbaru? Ikut Pekanbaru. Makanya jangan terjebak,” tegas ustaz Abdul Somad.

Ia menjelaskan bahwa setiap wilayah memiliki ketentuan waktu masing-masing, termasuk dalam pelaksanaan ibadah. Oleh karena itu, tidak tepat apabila umat Islam di Indonesia mengikuti hasil rukyat atau hisab dari negara lain yang secara otomatis memiliki perbedaan geografis dan waktu.

Lebih lanjut, UAS menekankan bahwa metode penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia sudah dilakukan secara profesinal oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI.

“Kita ikut rukyah keputusan pemerintah Republik Indonesia. Dari Aceh sampai Papua dipasang teropong,” ungkapnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore