
Ilustrasi gangguan irama jantung (aritmia).(Pixabay)
Karena itu, penting untuk mengatur waktu istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan.
4. Jaga hidrasi dan pola makan
Dehidrasi dapat memperburuk kondisi jantung dan memicu keluhan pada penderita aritmia. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih.
Pasien juga dianjurkan membatasi minuman berkafein atau minuman berenergi karena dapat memicu jantung berdebar lebih cepat.
5. Lakukan istirahat secara berkala
Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan darat, disarankan berhenti sejenak setiap beberapa jam. Istirahat singkat dapat membantu tubuh kembali segar setelah duduk dalam waktu lama.
Selain itu, peregangan ringan atau berjalan sebentar juga bermanfaat untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar selama perjalanan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Gejala Aritmia Muncul di Perjalanan?
Dalam beberapa kondisi, penderita aritmia dapat mengalami gejala seperti jantung berdebar cepat, pusing, atau sesak napas saat sedang bepergian.
Jika keluhan tersebut muncul, dr. Dicky menyarankan beberapa langkah awal yang dapat dilakukan, antara lain menghentikan aktivitas dan duduk atau berbaring dengan tenang. Pasien juga dapat menarik napas dalam secara perlahan untuk membantu menenangkan denyut jantung.
Pada jenis aritmia tertentu, manuver sederhana seperti mengejan ringan atau batuk juga dapat membantu menormalkan kembali irama jantung. Minum air putih juga dianjurkan untuk mencegah dehidrasi yang bisa memperburuk gejala.
Namun jika keluhan tidak membaik, semakin berat, atau disertai nyeri dada, sesak napas berat, hingga pingsan, pasien perlu segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Menurut dr. Dicky, kunci utama agar pasien aritmia tetap aman selama mudik adalah persiapan yang baik sebelum perjalanan serta disiplin dalam menjalani pengobatan.
