
Ilustrasi tubuh lemas. Faktor psikis dan fisik bisa memengaruhi lemasnya tubuh saat berpuasa. (iStockphoto)
Di akhir Ramadhan, waktu tidur sering makin berkurang karena aktivitas ibadah dan persiapan Lebaran. Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh dan produktivitas.
Usahakan tidur lebih awal setelah tarawih atau manfaatkan tidur singkat (power nap) selama 15–20 menit di siang hari untuk membantu memulihkan energi.
5. Lengkapi Asupan Gizi Harian
Selain makanan utama, tubuh juga membutuhkan asupan gizi tambahan untuk menjaga daya tahan. Pilihan minuman bergizi bisa menjadi pelengkap, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi selama Ramadhan.
Di bagian akhir Ramadhan ini, sejumlah pihak juga turut mendorong pentingnya pemenuhan gizi. Business Executive Officer Adult Dairy Bear Brand, Mirna Tri Handayani, menyebut kebiasaan sederhana seperti memenuhi kebutuhan nutrisi harian dapat membantu menjaga kondisi tubuh selama berpuasa.
“Pemenuhan gizi yang baik dapat membantu masyarakat tetap bertenaga dalam menjalani aktivitas sekaligus memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, kolaborasi Bear Brand bersama Grab juga dilakukan melalui pembagian produk susu steril di lebih dari 900 masjid di Indonesia. Program ini menyasar masyarakat yang tetap aktif beraktivitas, termasuk pengemudi transportasi online dan jamaah masjid, sebagai tambahan asupan setelah menjalani puasa seharian.
Intinya, menjaga kesehatan di penghujung Ramadhan bukan hanya soal bertahan hingga hari terakhir puasa, tetapi juga memastikan tubuh tetap prima saat merayakan Idul Fitri. Dengan pola hidup yang seimbang, sisa Ramadhan bisa dijalani dengan lebih nyaman, produktif, dan penuh makna.
