Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Maret 2026, 17.28 WIB

Benarkah Daging Olahan Punya Risiko Kolesterol Tinggi? Ahli Gizi Ungkapkan Hal Ini

Daging olahan dan makanan instan bisau memicu risiko kanker. - Image

Daging olahan dan makanan instan bisau memicu risiko kanker.

Daging olahan mengandung kadar natrium yang jauh lebih tinggi. Natrium biasanya ditambahkan untuk memperpanjang umur simpan daging. 

Meski tidak secara langsung meningkatkan kadar kolesterol, natrium akan memicu tekanan darah tinggi yang memaksa jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. 

Langkah untuk menurunkan kolesterol

Selain pembatasan konsumsi daging olahan, para ahli gizi merekomendasikan beberapa strategi alternatif untuk menjaga kadar kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. 

Serat larut akan membantu mengikat kolesteral dan mencegah penyerapannya ke dalam aliran darah. Untuk itu, perbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian atau oatmeal.

Melansir, Klik Dokter, pastikan juga berolahraga 30 menit setiap harinya untuk membakar lemak dan memastikan kadar kolesterol dalam tubuh terkendali. 

Asam lemak omega-3 memiliki efek anti-inflamasi dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Konsumsi ikan berlemak (salmon), kacang-kacangan, atau alpukat.

Ganti daging olahan dengan protein segar dan tanpa lemak, baik dari sumber nabati atau hewani. Seperti ayam panggang, tahu, tempe dan kacang-kacangan.

Jika Anda berupaya menurunkan kadar kolesterol, melakukan pembatasan daging olahan adalah langkah yang tepat. Gantin daging olahan dengan protein yang lebih sehat. 

Demikian, Anda akan hidup lebih sehat dan sejahtera hingga masa tua nanti. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore