Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2025, 03.15 WIB

Mengenali Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif, Lebih dari Sekadar Perfeksionis

Ilustrasi orang OCD - Image

Ilustrasi orang OCD

Rasa takut menyentuh benda yang telah disentuh orang lain

Kekhawatiran berlebih bahwa pintu belum terkunci

Stres saat melihat benda tidak teratur.

2. Gejala Kompulsi

Kompulsi adalah perilaku atau tindakan mental yang dilakukan secara berulang untuk mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh obsesi. Ritual ini sering kali tidak masuk akal dan tidak berhubungan langsung dengan masalah yang dikhawatirkan, berikut ini gejalanya:

Mencuci tangan secara berlebihan hingga kulit terluka.

Memeriksa pintu atau kompor berulang kali untuk memastikan sudah terkunci atau mati.

Mengatur barang-barang dalam pola tertentu.

Menghitung atau mengulang kata-kata dalam pola tertentu.

Penyebab dan Kapan Harus Mencari Bantuan

OCD biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa, tetapi dapat muncul sejak masa kanak-kanak. Tingkat keparahan gejala bervariasi, tergantung pada stres dan perubahan hidup yang dialami. Kondisi ini sering kali memburuk tanpa penanganan, sehingga penting untuk segera mencari bantuan jika obsesi dan kompulsi mulai mengganggu kualitas hidup.

Perlu diingat, OCD berbeda dari perfeksionisme biasa. Jika Anda merasa terjebak dalam siklus obsesi dan kompulsi, berkonsultasilah dengan dokter atau profesional kesehatan mental.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore