
ilustrasi bau badan. Sumber foto: Freepik
Kondisi ini biasanya mulai muncul setelah pubertas dan lebih banyak dialami oleh laki-laki, orang dengan obesitas, serta individu dengan kulit gelap.
Selain kondisi medis di atas, ada beberapa faktor lain yang bisa memicu bau badan, seperti:
Hormon, terutama saat masa pubertas atau perubahan hormon tertentu.
Genetik, dimana kecenderungan bau badan bisa diturunkan dari orang tua.
Makanan, karena beberapa jenis makanan memiliki senyawa yang memicu aroma tajam saat dikeluarkan bersama keringat.
Makanan yang sering dikaitkan dengan bau badan antara lain bawang putih, bawang merah, cabai, merica, cuka, keju, lobak, susu fermentasi, ikan asin, hingga daging merah.
Kabar baiknya, bau badan bisa diatasi dengan langkah sederhana jika dilakukan secara rutin. Berikut beberapa cara yang dianjurkan dokter:
Mandi secara rutin, terutama setelah beraktivitas yang menyebabkan banyak berkeringat.
Membersihkan ketiak dan mencukur bulu ketiak, agar bakteri tidak mudah berkembang.
Mengganti pakaian yang basah karena keringat, supaya tubuh tetap segar dan terhindar dari bau.
Menggunakan sabun antibakteri, untuk membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab bau badan.
Menghindari atau membatasi makanan tertentu yang memicu bau badan.
Menggunakan deodoran, antiperspirant, atau parfum untuk menekan produksi keringat sekaligus memberi aroma segar pada tubuh.
Bau badan memang bisa mengganggu, tetapi dengan pemahaman yang tepat mengenai penyebabnya, kita bisa mencegah dan mengatasinya.
Mulai dari menjaga kebersihan diri, memperhatikan pola makan, hingga memilih produk perawatan tubuh yang sesuai, semua bisa membantu mengurangi bau badan secara efektif.
