Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 07.10 WIB

Viral Mobil Dinas KPU Surabaya di Jalur Mudik, Subairi Sebut Terpaksa karena Alasan Keamanan Tak Punya Mobil Pribadi

Ilustrasi mobil dinas milik KPU Surabaya terjebak kemacetan di jalur mudik. (Ilustrasi/Gemini AI) - Image

Ilustrasi mobil dinas milik KPU Surabaya terjebak kemacetan di jalur mudik. (Ilustrasi/Gemini AI)

JawaPos.com-Komisioner KPU Surabaya, Subairi, akhirnya buka suara terkait ramainya sorotan penggunaan mobil dinas pelat merah di jalur arteri Jombang saat momen Lebaran 2026. Kendaraan operasional dengan nomor polisi L 1901 EP tersebut terlihat melintas di kawasan Bandarkedungmulyo pada Senin (23/3).

Subairi menegaskan bahwa penggunaan mobil tersebut bukan untuk keperluan mudik Lebaran, melainkan untuk mengantar anak-anaknya berziarah ke makam almarhumah istrinya di Blitar.

Menanggapi tudingan penyalahgunaan fasilitas negara, Subairi mempertanyakan kategori “mudik” yang disematkan publik. Pasalnya, ia menggunakan mobil tersebut dua hari setelah hari raya.

“Tapi yang saya pastikan saya gunakan itu H+2 gitu. Enggak tahu kalau H+2 itu masih kategori mudik atau gimana, tapi yang pasti kan itu sesudah Lebaran,” ujar Subairi saat dikonfirmasi JawaPos.com, Jumat (27/3).

Ia menjelaskan, kepergiannya ke Blitar murni merupakan tradisi keluarga saat hari raya. “Saya itu kan punya kebiasaan kalau anak-anak lagi ngumpul kan ziarah ke almarhumah istri saya atau bundanya anak-anak itu,” tambahnya.

Alasan Keamanan dan Tidak Memiliki Mobil Pribadi

Subairi mengaku terpaksa menggunakan mobil dinas karena tidak memiliki kendaraan pribadi roda empat. Sementara itu, membawa lima orang anak yang masih di bawah umur menggunakan sepeda motor dianggap tidak memungkinkan dari sisi keamanan.

Selain itu, kondisi jasa rental mobil yang penuh saat musim liburan juga menjadi alasan lain mengapa fasilitas kantor tersebut akhirnya digunakan.

“Saya enggak punya mobil, adanya sepeda motor. Ya kalau sepeda motor dipakai anak saya kan belum cukup umur gitu loh. Ya kalau nge-rental misal, kenapa kok enggak nge-rental? Ya karena rental lagi penuh biasanya lebaran-lebaran kayak gitu,” jelasnya.

BBM dan Tol Menggunakan Dana Pribadi

Terkait operasional kendaraan, Komisioner Bidang Sosdiklih Parmas dan SDM itu menjamin tidak ada uang negara yang digunakan untuk perjalanan tersebut. Ia mengaku menanggung seluruh biaya perjalanan secara mandiri.

“BBM sama tol itu pakai uang pribadi gitu loh. Enggak ada yang saya klaimkan ke kantor itu enggak ada. Pakai uang pribadi,” tegas Subairi.

Meski demikian, Subairi menyampaikan permohonan maaf kepada publik jika tindakannya menimbulkan ketidaknyamanan atau kegaduhan di tengah masyarakat. Ia juga menyatakan siap jika nantinya ada teguran dari pihak internal Komisi Pemilihan Umum terkait penggunaan mobil dinas tersebut.

“Mohon maaf ke seluruh masyarakat mungkin kalau ada hal yang kurang berkenan itu,” katanya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore