Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 19.58 WIB

Bertemu Jenderal Tiongkok, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Bahas Pertukaran Personel dan Kerja Sama Peralatan Militer

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin usai bertemu dengan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Jenderal Liu Zhenli. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com). - Image

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin usai bertemu dengan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Jenderal Liu Zhenli. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).

JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Jenderal Liu Zhenli di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat (Jakpus) pada Jumat (10/1). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai kerja sama strategis. Termasuk diantaranya soal  pertukaran personel dan peralatan militer atau alat utama sistem persenjataan (alutsista). 

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas menyampaikan bahwa pertukaran personel antara militer Indonesia dan Tiongkok mencakup berbagai matra dan satuan. Tidak terkecuali satuan khusus dari masing-masing angkatan bersenjata.

”Karena kita tahu beberapa tahun lalu memang pernah ada (sharing kemampuan) pasukan khusus. Nanti mungkin akan dijajaki Mabes TNI,” imbuhnya. 

Selain bertemu dengan Menhan Sjafrie, Jenderal Liu Zhenli juga sudah bertemu Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Melalui pertemuan tersebut, Indonesia dan Tiongkok menegaskan kerja sama bidang pertahanan dan militer.

”Terbuka peluang untuk kerja sama di berbagai bidang, dalam arti tadi saya sampaikan ada kerja sama teknologi kemudian komunikasi sampai dengan latihan militer bersama,” terang dia. 

Tidak terkecuali kerja sama peralatan militer atau alutsista. Brigjen Frega mengakui bahwa kedua pihak berharap ada kerja sama yang spesifik berkaitan dengan hal itu. ”Kita tahu bahwa dalam konteks modernisasi, TNI melakukan modernisasi tentunya kita butuh (peralatan militer dari Tiongkok). Seperti transfer of technology, kemudian mitra-mitra strategis yang memang bisa membantu mewujudkan konsep kita itu,” jelasnya.  

Secara prinsip, jenderal bintang satu TNI AD tersebut menyatakan bahwa Menhan Sjafrie dan Jenderal Liu Zhenli sepakat bahwa kerja sama Indonesia dengan Tiongkok harus menguntungkan kedua pihak. Tentu dengan tetap memperhitungkan kepentingan nasional masing-masing negara.

"Apalagi Indonesia mengadopsi politik luar negeri bebas aktif, sehingga kita menunjukkan bahwa kita tidak memihak siapapun dengan negara besar manapun,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore