
Ilustrasi teknologi energi terbarukan. (Pixabay/Pexels.com)
“Kita akan melaksanakan pembangunan yang sangat cepat terhadap tenaga surya. Kita targetkan 100 gigawatt harus selesai dalam dua tahun ke depan. Itu berarti secara garis besar membutuhkan sekitar 100 ribu hektare lahan,” tegasnya.
Selain pengembangan energi terbarukan, Presiden juga mengungkapkan adanya penemuan sejumlah sumber gas baru yang dinilai akan memperkuat ketahanan energi nasional.
Salah satunya adalah temuan ladang gas di wilayah Laut Andaman yang akan dikembangkan oleh Mubadala Energy.
“Kita juga menemukan ladang gas yang besar di Andaman yang akan dikerjakan dalam waktu singkat oleh Mubadala. Kita juga sebentar lagi akan membuka ladang Masela, juga ladang gas yang sangat besar,” ujar Prabowo.
Presiden merujuk pada pengembangan blok gas besar seperti Blok Masela yang diharapkan dapat memperkuat pasokan energi nasional.
Dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Presiden Prabowo optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus memperkuat fondasi kemandirian nasional, khususnya di sektor pangan dan energi.
