
Rayan Cherki. (Instagram @mancity)
JawaPos.com - Mantan pemilik Lyon, John Textor, baru-baru ini mengungkapkan bahwa Rayan Cherki hampir saja bergabung dengan Paris Saint-Germain dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan biaya yang akhirnya dibayarkan oleh Manchester City.
Cherki, yang kini menjadi bagian dari City, bergabung dengan klub tersebut dengan biaya sekitar €39 juta (£34 juta) menjelang Piala Dunia Antarklub pada bulan Juni. Sebelumnya, ia telah mencatatkan 185 penampilan senior untuk Lyon setelah menempuh pendidikan di akademi klub tersebut.
Sejak awal bulan November, Cherki mencatatkan enam assist, menjadikannya sebagai pemain dengan assist terbanyak di antara lima liga top Eropa. Selain itu, pemain City ini juga berhasil mencetak dua gol dalam delapan pertandingan yang dilakoni selama periode tersebut. Ia rata-rata menciptakan 3,89 peluang per 90 menit di Liga Inggris musim ini, menjadikannya sebagai pemain yang paling produktif di liga, khususnya di antara mereka yang telah bermain setidaknya 200 menit.
Namun, situasi bisa saja berbeda jika tidak ada beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan transfernya. Textor, yang telah meninggalkan jabatannya di Lyon pada pramusim lalu, mengungkapkan bahwa Cherki hampir saja tetap bermain di Ligue 1.
"Cherki seharusnya bergabung dengan PSG dengan harga €15 juta," ungkap Textor, seperti yang dilaporkan oleh RMC Sport.
Textor juga menjelaskan adanya klausul unik dalam kontrak Cherki yang memberikan sedikit kelonggaran untuk pergi, meskipun bukan merupakan klausul pemutusan hubungan kerja yang sebenarnya. "Jika dia sepenuhnya menjadi pemain kami tanpa semua komplikasi ini, kami akan mendapatkan lebih banyak keuntungan darinya," tambahnya.
Pengusaha asal Amerika Serikat tersebut mengakui bahwa menjual Cherki ke Manchester City adalah keputusan yang tepat.
"Namun, mendapatkan lebih dari €30 juta untuk pemain yang klausul pelepasannya ditetapkan jauh di bawah jumlah itu. Saya pikir, secara finansial, kami telah melakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan," jelasnya.
Textor berharap kesuksesan yang diraih Cherki akan menginspirasi produk akademi Lyon lainnya untuk menjadi incaran klub-klub elit Eropa di masa depan. "Ketika seorang pemain yang berasal dari akademi OL pergi dan berprestasi sangat baik di level yang lebih tinggi, jelas itu menambah nilai bagi OL dan akademi untuk masa depan," kata Textor.
Ia juga menekankan pentingnya kebanggaan terhadap pencapaian Cherki. "Ini adalah kumpulan momen-momen luar biasa dalam hidup yang kita semua saksikan. Kebetulan saja dia bermain untuk klub favoritku waktu aku masih muda, Manchester City, jadi aku tidak sepenuhnya kecewa," tutupnya.
