
Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat meninjau Istana Maimun Medan beberapa waktu lalu. (Pemkot Medan for JawaPos.com)
JawaPos.com - Kawasan heritage Kesawan menjadi prioritas dari Pemkot Medan. Destinasi bersejarah itu diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisata di ibu kota Sumatera Utara (Sumut) tersebut.
Ketua Pusat Studi Humaniora Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari mendukung langkah Pemkot Medan yang kini dipimpin Bobby Nasution itu membentuk badan pengelola kawasan bersejarah. Dengan adanya badan pengelola itu, kawasan bersejarah yang selama ini ditelantarkan di Kota Medan dapat dipoles lebih apik lagi.
“Kawasan Kesawan sudah sangat lama ditelantarkan dan dibiarkan rusak serta salah urus oleh Pemkot Medan," ujar Ichwan di Medan, Rabu (28/4).
Menurut dia, peran Kesawan sangat penting sebagai kawasan warisan sejarah kota Medan. Untuk itu, perlu dilakukan pembenahan yang holistik. Penataan itu sudah diatur dalam undang-undang cagar budaya. Maka dari itu, di kawasan Kesawan perlu dilakukan penataan bangunan bersejarah. Bangunan yang rusak dan telantar diambil alih atau dikelola oleh pemerintah, dirawat, dan difungsikan.
Bangunan itu dapat difungsikan sebagai galeri sejarah atau museum, galeri seni, cafe tempat berbagai komunitas berkumpul sebagai ruang ekspresi. "Semuanya dilakukan dengan latar bangunan heritage yang ada," imbuhnya.
Begitu juga dengan Warrenhuis, Ichwan Azhari mengusulkan menjadi museum sejarah Kota Medan. Usulan itu sudah dikemukakannya kepada Pemkot Medan seja 10 tahun lalu.
"Medan termasuk kota yang buruk karena tidak memiliki museum Kota. Sejarah panjang kota ini harusnya tergambarkan di museum itu. Jika museum bisa dibuat di salah satu kawasan heritage itu, maka kawasan itu menjadi destinasi untuk melihat sejarah peradaban kota," kata Ichwan.
Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution sedang menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Pembentukan Badan Pengelola Kawasan Wisata Kota Lama Kesawan (BPKWKLK). Badan itu nantinya melakukan konservasi dan revitalisasi kawasan wisata kota lama Kesawan.
Dia menjelaskan, BPKWKLK mengadopsi Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang. Alasannya, Pemkot Semarang sukses menata kawasan kota lama Semarang.
“Untuk badan pengelola di Kota Medan, kita fokus untuk penataan bangunan dan lingkungan di cagar budayanya. Di samping itu juga, pengembangan ekonomi kreatif dan wisata kota lamanya," kata menantu Presiden Joko Widodo itu.
Baca juga: Pelaku UMKM di Kesawan City Rasakan Dampak Positif Pendapatan
Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan Benny Iskandar menambahkan, BPKWKLK juga berperan untuk menata pelaku usaha di Kesawan. Supaya para UMKM itu dapat menikmati perputaran ekonomi di kawasan itu. “Dua fokus inilah yang jadi tugas utama BPKWKLK, selain untuk mengembalikan kejayaan Kota Medan pada masa lampau,” jelasnya.
Selanjutnya, kata Benny Iskandar, dalam waktu dekat akan dilakukan revitalisasi empat bangunan bersejarah. Yakninya, Masjid Raya Al Mashun, Rumah Tjong A Fie, Istana Maimun, serta Taman Sri Deli.
