
Suasana area tambang batu di kawasan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/1/2024).
JawaPos.com - Warga Parung Panjang dan sekitarnya marah besar atas tindakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bogor Bayu Ramawanto yang anti kritik setelah anak buahnya digeruduk sejumlah warga kedapatan beristirahat dan membiarkan truk tambang beroperasi di luar jam operasional.
Sejumlah warga yang menggeruduk petugas Dishub Kabupaten Bogor justru mau dilaporkan ke polisi oleh Bayu Ramawanto. Hal itu semakin membuat kemarahan warga Parung Panjang dan sekitarnya meninggi dan terlihat dengan jelas dalam percakapan di media sosial.
Bahkan, akun Instagram lapor_pakbupati juga tidak lepas menjadi sasaran kemarahan warga Parung Panjang dan sekitarnya setelah akun tersebut mengunggah video yang menggelorifikasi pekerjaan Dishub Kabupaten Bogor dengan menampilkan video petugas Dishub Kabupaten Bogor bekerja pagi-pagi buta di Parung Panjang.
"Di saat semua orang masih tertidur lelap, kalian sudah mulai bekerja. Mohon maaf kami belum bisa membantu tapi doa kami selalu mengalir untuk para petugas di lapangan, semoga sehat selalu," demikian narasi dalam video diunggah akun Instagram lapor_pakbupati.
Netizen pun emosi karena akun Instagram yang seharusnya menjadi wadah untuk menampung keluhan warga Kabupaten Bogor justru digunakan untuk menggelorifikasi pekerjaan Dishub Kabupaten Bogor yang kinerjanya tidak dirasakan oleh warga Parung Panjang dan sekitarnya.
Sayangnya, sejumlah komentar dihapus oleh akun tersebut. "@lapor_pakbupati. Kenapa dihapus min komenannya ? Padahal lucu loh itu komenannya, sekelas admin bupati kayak anak anak," sentil salah satu netizen.
"@lapor_pakbupati Jangan main-main dengan rakyat, kalian digaji dan perlengkapan yang kalian pakai itu dari uang rakyat. Kalau nggak mau ditegur kerja yang benar sesuai tugas dan tanggung jawabnya !!," timpal yang lainnya
"@lapor_pakbupati Kalau kapala dishub mau laporkan warga, nggak tahu diri. Digaji pakai duit rakyat jangan songong. Kalau nggak mau kena mental nanti sama rakyat".
Netizen lainnya fokus menyoroti konten video yang dibuat Dishub Kabupaten Bogor yang kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram lapor_pakbupati. Mereka menyayangkan tindakan menggelorifikasi pekerjaan Dishub Kabupaten Bogor, padahal hasilnya dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat Parung Panjang dan sekitarnya.
"@dishub.bogorkab Nggak usah bikin caption seakan-akan anda si paling kerja nggak ada libur. Anda ini ada shift-shifan kayak yang paling kerja 24 jam nonstop. Itu sopir yang suka anda palakin sudah nggak pulang seminggu," komentar salah satu netizen.
"Lah kalian dibayar, bukan kerja bakti. Lawak !!!!! Mau tengah malam kek, subuh kek, namanya digaji ya kerja !!," timpal yang lainnya.
"Padahal gue juga kerja disaat orang lain pada tertidur pulas min, tapi gak dibikinin video begitu, mereka baru karena ditegur warga saja kemarin".
"Lihat hasilnya saja Pak Bupati kalau kerjaan. Kalau truk tambang masih dibiarkan lewat di waktu yang dilarang, berarti yang kejadian kemarin itu belum ada perbaikan. Kalau soal kerja malam mah, yang shift shift an juga banyak yang kerja malam, biasa saja. Sudah gak zaman pencitraan. Masyarakat sudah pada pintar, dan bisa ngerasain langsung hasilnya".
"Sumpah enak banget kerja di dishub Bogor. Tiap hari kerja cuma dari jam 6 pagi sampai jam 8 pagi. Kerjaanya juga gampang, cuma lambai-lambai tangan di tengah jalan. Kirim foto laporan ke grup, terus setelah itu nongkrong di warkop samping lampu merah main Mobile Legend. Nanti mulai kerja lagi jam 4 sore sampai jam 6 maghrib. Habis itu pulang. Gaji sebulan 6.7jt. Belum tunjangan ini itu. Belum ada oknum yang pungli ke sopir truk".
