Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Maret 2026, 21.13 WIB

Bahlil Jalin Kerja Sama Energi dan Mineral dengan Jepang, Indonesia Dinilai Mulai Naik Kelas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (ANTARA) - Image

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (ANTARA)

 
 
JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kerja sama bidang energi dengan Jepang. Diplomasi ke Negara Sakura itu dinilai mengubah posisi Indonesia dalam kancah global karena telah beralih menjadi aktor tidak lagi sebatas objek.
 
“Indonesia tidak lagi menjadi objek dalam relasi kuasa global, namun menjadi subjek yang aktif mendefinisikan kepentingannya sendiri,” ujar Penasehat Ahli Balitbang DPP Partai Golkar, Henry Indraguna di Jakarta, Rabu (25/3).
 
Guru Besar Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang itu menilai langkah pemerintah juga menjadi upaya mendekonstruksi narasi lama yang menempatkan negara berkembang hanya sebagai pemasok bahan mentah. Menurut dia, diplomasi tersebut mendorong Indonesia naik kelas dalam rantai nilai global.
 
“Ini bentuk kedaulatan yang cair namun kokoh. Menunjukkan hukum nasional kita mampu beradaptasi dengan standar internasional tanpa kehilangan jati diri konstitusionalnya,” imbuhnya. 
 
 
Lawatan Bahlil ke Jepang dinilai bisa meningkatkan ekonomi. Karena sejalan dengan konsep pertumbuhan endogen yang menekankan pentingnya investasi pada teknologi dan sumber daya manusia.
 
“Langkah Pak Bahlil mengamankan teknologi nuklir dan hilirisasi nikel adalah upaya tidak terjebak ke dalam pertumbuhan stagnan. Ini akan tumbuh dari dalam melalui nilai tambah yang berkelanjutan,” imbuhnya
 
Adanya bantuan Jepang dipercaya bisa meningkatkan industri nasional. Sehingga, bisa lebih kuat dalam menghadapi tekanan eksternal. Kepastian hukum dalam proyek strategis seperti Blok Masela juga dinilai menjadi sinyal positif bagi investor global.
 
“Kepastian hukum yang ditawarkan dalam proyek Masela memberi sinyal positif bagi pasar global bahwa Indonesia adalah mitra yang kredibel,” jelasnya.
 
Meski begitu, kerja sama ini harus dikawal agar implementasinya sesuai dengan kepentingan nasional. “Pemanfaatan sumber daya alam tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, namun juga kemandirian energi yang berkelanjutan,” tandasnya. 
 
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengunjungi Tokyo, Jepang, pada pertengahan Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, Indonesia memperkuat kerja sama strategis di sektor energi dan mineral dengan pemerintah Jepang.
 
Dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Ryosei Akazawa, Bahlil menyepakati dua nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan itu mencakup penguatan rantai pasok mineral kritis serta pengembangan teknologi nuklir rendah karbon.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore