
Ilustrasi hubungan asmara (Freepik)
JawaPos.com - Dalam hubungan, memahami posisi diri dan dominasi adalah hal yang penting.
Seringkali seseorang ingin memiliki kuasa berlebih ketimbang pasangannya. Mereka ingin mendominasi dan memegang arah hubungan tanpa mempertimbangkan pandangan pasangannya.
Ini tentu berdampak besar pada kualitas hubungan. Untuk itu, dilansir dari Hack Spirit, mari mengetahui delapan tanda hubungan yang tidak sehat menurut Psikologi.
Pengambilan keputusan sepihak
Dalam hubungan yang sehat, pengambilan keputusan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.
Namun, seringkali salah satu pasangan mengambil alih peran sebagai pengambil keputusan, membuat pasangan lainnya merasa terpinggirkan.
Hal ini bisa terjadi secara halus, seperti pasangan Anda selalu memilih film atau tempat makan.
Jika Anda merasa selalu mengikuti pilihan pasangan, bahkan ketika Anda tidak setuju, ini bisa menjadi tanda ketidakseimbangan kekuasaan.
Merasa tidak didengar
Komunikasi adalah inti dari setiap hubungan yang sehat. Dalam hubungan tidak sehat, komunikasi seringkali tidak berjalan dua arah.
Pasangan Anda mungkin sering memotong pembicaraan atau mengabaikan pendapat Anda.
Awalnya, Anda mungkin berpikir mereka tidak menyadarinya atau Anda terlalu sensitif.
Namun, jika hal ini terjadi berulang kali, ini adalah tanda ketidakseimbangan kekuasaan dalam hubungan Anda.
Terus merasa berhati-hati
