Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Maret 2026, 04.54 WIB

Investasi Tumbuh,  Perkuat Fondasi Industri Nasional Lewat KILAS Balik Ramadan

Forum KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan sebagai ruang evaluasi perjalanan hilirisasi sekaligus mengukur ketahanan industri. (Istimewa) - Image

Forum KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan sebagai ruang evaluasi perjalanan hilirisasi sekaligus mengukur ketahanan industri. (Istimewa)

JawaPos.com-Ramadan menjadi momentum refleksi bagi berbagai sektor, termasuk industri pertambangan nasional. Dalam semangat tersebut, MIND ID mendukung forum KILAS (Kupas Isu Lintas Sektor Strategis) Balik Ramadan sebagai ruang evaluasi perjalanan hilirisasi sekaligus mengukur ketahanan industri ke depan. Forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan untuk menyatukan arah kebijakan berbasis data dan prioritas bersama.

“Investasi hilirisasi mencapai Rp 431,4 triliun sepanjang Januari–September 2025, meningkat 58,1% dibandingkan tahun sebelumnya.”

Capaian ini menegaskan bahwa transformasi dari penjualan bahan mentah menuju produk bernilai tambah bukan lagi sekadar wacana. Hilirisasi kini menjadi motor penting dalam mengubah struktur industri nasional sekaligus memperkuat kontribusi terhadap investasi secara keseluruhan.

Sebagai holding industri tambang, MIND ID berada di garis depan dalam mendorong akselerasi tersebut. Sejumlah proyek strategis telah berjalan, mulai dari pengolahan bauksit hingga aluminium, smelter tembaga dan Precious Metal Refinery di Gresik, hingga pengembangan fasilitas pengolahan nikel di Sulawesi.

Selain itu, proyek infrastruktur logistik batu bara Tanjung Enim–Keramasan juga terus diperkuat guna menunjang rantai pasok nasional.

Namun, perjalanan hilirisasi tidak lepas dari tantangan. Dinamika harga komoditas global, perubahan teknologi terutama pada bahan baku baterai, serta ketegangan geopolitik menjadi faktor yang memengaruhi strategi industri.

Di sisi lain, perubahan kebijakan dagang negara mitra turut menuntut pelaku industri untuk lebih adaptif dalam menentukan langkah komersial.

Di dalam negeri, kebijakan pembatasan ekspor mineral mentah memberikan dorongan signifikan bagi pengembangan sektor midstream dan downstream. Indonesia diarahkan untuk tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga produsen produk jadi bernilai tinggi dan berteknologi.

Potensi sumber daya menjadi modal utama. Indonesia tercatat memiliki cadangan nikel sekitar 55 juta ton, terbesar di dunia. Untuk bauksit, cadangan mencapai 2,865 miliar ton, sementara batu bara sekitar 31,96 miliar ton.

Angka-angka ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan hilirisasi dan ketahanan pasok energi nasional.

Meski demikian, sejumlah pekerjaan rumah masih perlu diselesaikan. Ketersediaan energi yang andal, tata kelola niaga yang transparan, serta insentif fiskal yang tepat sasaran menjadi faktor kunci dalam mempercepat investasi lanjutan di sektor ini.

“KILAS menjadi ruang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengevaluasi capaian program dan menyepakati langkah ke depan,” ujar Division Head Institutional Relations MIND ID Selly Adriatika.

Hilirisasi dinilai sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi serta kolaborasi lintas sektor. Melalui forum KILAS, diharapkan industri pertambangan mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan inklusif bagi perekonomian nasional. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore