Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Maret 2026, 20.03 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Picu Krisis, Korea Selatan Mulai Hemat Energi

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berbicara saat konferensi pers di Cheong Wa Dae (Blue House) - Image

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berbicara saat konferensi pers di Cheong Wa Dae (Blue House)

Di sisi lain, serangan AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran dan pembalasan Teheran telah menyebabkan gangguan serius pada pasar energi global, yang mengakibatkan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz hampir terhenti.

Korea Selatan sendiri mengimpor sekitar 70 persen minyak mentah melalui Selat Hormuz. Kini, negara ini menghadapi krisis energi yang mengancam meskipun memiliki sekitar 190 juta barel cadangan minyak, 100 juta barel oleh pemerintah dan 90 juta oleh perusahaan swasta.

Meskipun standar dari Badan Energi Internasional (IEA) menunjukkan cadangan dapat bertahan selama 208 hari, para pejabat mencatat bahwa angka ini tidak termasuk penggunaan seperti ekspor petrokimia, sehingga cadangan sebenarnya jauh lebih pendek.

Berdasarkan tingkat konsumsi harian sebesar 2,9 juta barel pada tahun 2024 menurut data Perusahaan Minyak Nasional Korea, para analis mengatakan cadangan tersebut mungkin tidak akan bertahan selama dua bulan. Pemerintah telah mengamankan janji dari UEA untuk 24 juta barel minyak, tetapi waktu pengirimannya masih belum jelas.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore