
Ilustrasi kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (ANTARA)
JawaPos.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) tengah menggodok langkah teknis untuk membebaskan dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz.
Pembahasan ini dilakukan setelah upaya diplomasi Indonesia memperoleh sinyal positif dari pihak Iran.
“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita seperti dikutip dari Antara, Senin (30/3).
Kapal Pertamina Pride diketahui digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, sementara Gamsunoro beroperasi dalam distribusi energi bagi pihak ketiga.
Vega menjelaskan, saat ini kedua kapal tersebut masih berada di kawasan Teluk Arab atau Teluk Persia.
Ia menegaskan bahwa fokus utama Pertamina adalah menjamin keselamatan seluruh awak, serta keamanan kapal beserta muatan yang dibawa.
“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ucap Vega.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemlu RI atas dukungan penuh dalam menangani persoalan ini.
Sejak penutupan Selat Hormuz akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, PIS terus menjalin koordinasi erat dengan Kemlu.
Di sisi lain, Kemlu juga aktif melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. “Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” kata Vega.
Sementara itu, Kemlu RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah memberikan respons positif terhadap permintaan Indonesia agar dua kapal tanker Pertamina tersebut dapat melintas dengan aman.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyatakan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di Iran guna menjamin keselamatan kapal.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl.
