
Ilustrasi seseorang yang mengaji. (freepik)
Jika sebelum Ramadhan ibadah terasa berat, lalu setelahnya justru menjadi lebih ringan dan teratur, itu merupakan pertanda yang sangat baik.
2. Ibadah sunnah tetap terjaga
Selain ibadah wajib, keberhasilan Ramadhan juga terlihat dari kemampuan menjaga amal sunnah. Misalnya: shalat dhuha, shalat tahajud, puasa sunnah, zikir dan doa harian.
Meski intensitasnya mungkin tidak sebesar saat Ramadhan, kebiasaan baik ini tetap menjadi tanda bahwa hati masih terhubung dengan suasana ibadah.
3. Tetap dekat dengan Al-Qur’an
Selama Ramadhan, banyak orang terbiasa membaca Al-Qur’an lebih rutin. Nah, salah satu tanda Ramadhan yang berhasil adalah ketika kebiasaan itu tetap berlanjut, walaupun dengan porsi yang lebih sedikit.
Tidak harus langsung banyak, tetapi konsistensi membaca Al-Qur’an setelah Ramadhan menjadi indikator penting bahwa ibadah selama bulan suci benar-benar meninggalkan pengaruh.
4. Akhlak menjadi lebih baik
Ramadhan sejatinya juga melatih akhlak. Karena itu, perubahan perilaku menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan ibadah.
Beberapa tanda akhlak yang membaik antara lain: lebih sabar, lebih jujur, lebih lembut dalam berbicara, lebih peduli terhadap orang lain,
serta lebih mudah menahan emosi.
Jika setelah Ramadhan seseorang menjadi pribadi yang lebih tenang dan lebih baik dalam bersikap, maka itu adalah buah dari ibadah yang dijalani.
5. Lebih mampu menjauhi maksiat
Keberhasilan Ramadhan juga tercermin dari kemampuan menjaga diri dari perbuatan dosa, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.
Misalnya: menjaga lisan dari ghibah, menghindari kebiasaan buruk, menjaga pandangan, dan mengurangi perilaku yang menjauhkan diri dari Allah.
Sebaliknya, jika setelah Ramadhan seseorang langsung kembali pada kebiasaan lama yang buruk, maka itu menjadi alarm untuk melakukan introspeksi.
