JawaPos.com - Pengacara Farhat Abbas menganggap sejak awal Novi terus melancarkan sikap memproklamirkan 'perang' terhadap Agus Salim korban penyiraman air keras. Dia sama sekali tidak melihat dari Novi hatinya melunak dan serius mau mengakhiri perseteruan.
"Ketika perang pertama, sampai sekarang perang terus, nggak ada baik-baiknya. Hatinya keras banget," kata Farhat Abbas kepada wartawan, Sabtu (4/1).
Mantan suami Nia Daniaty mengingatkan Novi bahwa orang yang sedang dilawan bukanlah orang normal. Tapi orang buta yang seharusnya dibantu, bukan malah dimanfaatkan.
Farhat Abbas juga mengklarifikasi tudingan dirinya minta bayaran menjadi pengacara Agus Salim. Dia secara tegas menyebut hal itu tidak benar sama sekali.
Farhat Abbas dan timnya justru mengeluarkan uang dari kantong pribadi untuk biaya operasional pengacara selama beberapa bulan membantu Agus Salim.
"Operasional lawyer dari awal itu tidak ada. Tidak ada dalam kamus pembela yang lemah minta operasional lawyer. Kalau ada salah satu oknum pengacara minta operasional, berarti dia melanggar standarisasi perjuangan kita," tutur Farhat Abbas.
"Dalam membela kaum yang lemah itu, dibiayai diri masing-masing. Atau subsidi dari teman-teman yang mampu, atau kebetulan kalau saya ada uang saya kasih," imbuhnya.
Dalam keyakinan Farhat Abbas, uang Rp 1,3 miliar yang sudah sempat masuk ke rekening pribadi Agus Salim namun kemudian dipindahkan ke yayasan oleh Novi, merupakan hak sepenuhnya dari kliennya.
Farhat menegaskan uang itu tidak boleh dipindahkan ke orang lain apapun alasannya. Jika ternyata uang Rp 1,3 miliar diberikan ke pihak lain oleh yayasan, pihak Agus Salim memastikan akan memperkarakan mereka.