
Presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sebanyak 1.743 personel gabungan dikerahkan Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengamankan aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang digelar di kawasan Silang Selatan Monas, Senin (20/10).
Aksi itu terkait 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dengan tagar #1TahunCukup #1TahunMasalahBeruntun #Indonesia(C)emas. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menegaskan, seluruh petugas akan mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam menjalankan tugas.
"Petugas keamanan akan bertindak humanis untuk menjalankan tugas. Kami siap menjaga keamanan dan ketertiban, namun tetap mengedepankan profesionalisme dan sikap persuasif di lapangan," ujar Susatyo, Senin (20/10).
Menurut Susatyo, pengamanan dilakukan oleh gabungan personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran. Mereka disebar di sejumlah titik strategis, terutama di sekitar kawasan Monas.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan lalu lintas yang mungkin terjadi selama aksi berlangsung.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan tidak melakukan aksi yang berpotensi anarkis.
"Sampaikan pendapat dengan santun, tidak merusak fasilitas umum, tidak membakar ban bekas, tidak melawan petugas keamanan, dan taat pada aturan yang berlaku," terangnya.
Ia memastikan bahwa seluruh personel yang bertugas tidak dibekali senjata api dan hanya fokus pada pendekatan persuasif untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Meski mengedepankan cara humanis, Susatyo menegaskan aparat akan bertindak tegas dan sesuai prosedur bila situasi di lapangan mengharuskan.
Polisi juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk menghindari kawasan Monas dan sekitarnya demi menghindari kepadatan lalu lintas.
Rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan secara situasional jika terjadi lonjakan jumlah massa atau potensi gangguan keamanan.
