
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta mendapat atensi langsung dari Polda Metro Jaya. (Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Simbolon, angkat bicara terkait isu yang beredar pascainsiden ledakan di lingkungan sekolahnya. Salah satunya, soal dugaan pelaku merupakan korban perundungan atau bullying dari teman-temannya.
Tetty menyatakan, pihak sekolah telah melakukan penelusuran awal terkait dugaan tersebut. Ia mengaku telah meminta keterangan dari sejumlah siswa untuk memastikan apakah pelaku benar mengalami tindakan perundungan.
Namun, tidak ada siswa yang mengetahui adanya kasus bullying terhadap pelaku.
“Ya, sepengakuan anak-anak itu, mereka tidak tahu sebenarnya anak ini (pelaku) di-bully atau tidak. Dan sampai saya tanyakan secara mendalam dan hati-hati banget, karena saya kepingin anak-anak berkata jujur,” kata Tetty kepada wartawan, Minggu (23/11).
Meski belum menemukan bukti adanya tindakan perundungan, Tetty memastikan investigasi internal masih berjalan. Ia menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi sebelum muncul kesimpulan yang dapat menyudutkan pihak tertentu.
“Nah, ini kan, tapi saya tetap sedang mendalami ya. Jadi artinya saya ingin keadilan itu ada,” tegasnya.
Setelah terjadinya ledakan pada Jumat (7/11), kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMA Negeri 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara telah berjalan normal pada Kamis (20/11). Meski begitu, penjagaan di area sekolah pun masih ketat.
Di depan pintu sekolah masih dijaga oleh seorang petugas TNI AL. Mereka yang hendak masuk harus meminta izin ke petugas sebelum masuk ke area sekolah.
Pelaku ledakan diduga merupakan siswa SMAN 72 berinisial F. Dalam rekaman CCTV terlihat F memasuki sekolah sejak pagi, membawa dua tas, sebelum akhirnya terjadi ledakan yang melukai puluhan orang.
