Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 06.52 WIB

Jika Kamu Tahu Arti Dari 12 Kata Ini Tanpa Googling, Anda Termasuk Ke Dalam 5 Persen Orang Dewasa Paling Cerdas

Ilustrasi orang dewasa yang termasuk paling cerdas dibandingkan dengan orang lain (Freepik) - Image

Ilustrasi orang dewasa yang termasuk paling cerdas dibandingkan dengan orang lain (Freepik)

JawaPos.com - Ada jenis kecerdasan yang tidak perlu diumumkan. Orang-orang yang benar-benar berpendidikan tidak selalu memamerkan gelar atau debat teori rumit.

Kecerdasan mereka terlihat dari cara berbicara, menulis, dan memilih kata.

Dilansir dari laman Geediting, Kamis (23/10), berikut 12 kata yang membedakan orang-orang berpendidikan tinggi — tidak sekadar kosakata, tetapi juga cara berpikir dan rasa ingin tahu yang mendalam:

1. Ubiquitous (Ada di mana-mana)

Jika sesuatu bersifat ubiquitous, itu ada di mana-mana, begitu umum sehingga sulit dihindari.
Contoh: “Media sosial telah menjadi begitu ubiquitous sehingga banyak orang lupa kehidupan sebelum internet.”

2. Esoteric (Rahasia atau khusus)

Esoteric merujuk pada sesuatu yang hanya dipahami oleh kelompok kecil, seringkali intelektual atau spiritual.
Contoh: “Mekanika kuantum bisa terasa esoteric bagi orang tanpa latar belakang fisika.”

3. Pragmatic (Pragmatis)

Orang pragmatis bersikap praktis dan realistis, fokus pada hal yang bekerja, bukan sekadar teori.
Contoh: “Dia mengambil pendekatan pragmatic terhadap masalah, fokus pada solusi yang bisa dilakukan.”

4. Ambivalent (Ragu-ragu / campur aduk)

Merasa ambivalent berarti memiliki perasaan campur aduk tentang sesuatu atau seseorang.
Contoh: “Dia merasa ambivalent tentang promosi itu — senang dengan kesempatan, tapi cemas dengan tekanannya.”

5. Ephemeral (Sementara / singkat)

Ephemeral berarti berlangsung sangat singkat atau sementara.
Contoh: “Keindahan itu ephemeral, tapi karakter bertahan selamanya.”

6. Pedantic (Terlalu detail / cerewet pada aturan)

Pedantic adalah orang yang terlalu fokus pada detail kecil atau aturan, sampai lupa gambaran besar.
Contoh: “Koreksi pedantic-nya saat rapat membuat semua orang menggelengkan kepala.”

7. Fortuitous (Kebetulan / keberuntungan)

Fortuitous terjadi secara kebetulan, sering beruntung, tapi tidak selalu.
Contoh: “Pertemuan mereka di bandara benar-benar fortuitous.”

8. Quintessential (Contoh paling sempurna)

Quintessential menggambarkan contoh paling murni dan sempurna dari sesuatu.
Contoh: “Dia adalah quintessential gentleman — sopan, tenang, dan perhatian.”

9. Juxtapose (Menempatkan berdampingan untuk perbandingan)

Juxtapose berarti menempatkan dua hal berdampingan untuk membandingkan atau menunjukkan kontras.
Contoh: “Film itu juxtaposes keindahan dan kekejaman dengan cara yang menakutkan sekaligus memikat.”

10. Benevolent (Baik hati / dermawan)

Benevolent berarti baik hati atau penuh niat baik, lebih dari sekadar ‘ramah’.
Contoh: “Yayasan itu didirikan oleh entrepreneur benevolent yang ingin memberi kembali kepada masyarakat.”

11. Perfunctory (Setengah hati / rutin tanpa semangat)

Perfunctory dilakukan secara mekanis, tanpa usaha atau antusiasme.
Contoh: “Dia memberi anggukan perfunctory sebelum pergi.”

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore