
Ilustrasi virus herpes (freepik.com)
Sama seperti jenis virus sebelumnya, jenis virus ini dapat menular melalui kontak secara langsung dengan penderita herpes, biasanya akibat dari hubungan seksual.
Selain itu, jenis herpes ini dapat ditularkan melalui ibu ke anak pada saat bersalin, tetapi kasus ini jarang terjadi.
3. Varicella-Zoster Virus (VZV)
Jenis virus ini biasanya ditularkan melalui droplet dan virus ini berkembang di bagian hulu kerongkongan atau nasofaring.
Gejala dari adanya jenis virus ini yaitu berupa cacar air, yang tampak lepuhan gatal yang dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh.
Terkadang, orang yang terinfeksi VZV, setelah cacar air sembuh, virus jenis ini akan bersemayam di dasar tulang tengkorak tubuh atau di sekitar tulang belakang, sehingga dapat aktif kembali di kemudian hari.
4. Sitomegalovirus
Penularan jenis virus ini melalui air liur, air mani, urin, dan Air Susu Ibu (ASI). Jenis ini biasa atau paling umum terjadi, dan setelah terinfeksi virus akan tersimpan di dalam tubuh seumur hidup.
5. Virus Epstein-Barr
Jenis virus ini dapat ditularkan melalui hubungan intim, terutama pada saat melakukan aktivitas yang membuat pertukaran air liur.
Virus Epstein-Barr dapat menyebabkan mononukleosis atau demam kelenjar yang dapat dialami siapa saja, khususnya pada remaja.
6. Virus Herpes Manusia 6 dan 7
Jenis virus herpes ini memiliki hubungan dengan kasus roseola infantum, pitiriasis rosea, reaksi hipersensitivitas, lichen planus, hingga beberapa manifestasi kulit lainnya.
Herpes jenis ini biasanya sering terjadi pada anak-anak dengan rentang usia dari enam bulan hingga dua tahun.
Biasanya gejala dari jenis virus herpes ini dapat menyebabkan demam tinggi serta ruam pada kulit.
