Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Juni 2024, 16.15 WIB

Hati-Hati! 6 Kebiasaan Kecil Ini Bisa Merusak Hubungan Anda Menurut Psikologi, Salah Satunya Menghindari Konflik

Ilustrasi pasangan yang terus-menerus memeriksa ponsel (freepik/menguasai1305) - Image

Ilustrasi pasangan yang terus-menerus memeriksa ponsel (freepik/menguasai1305)

JawaPos.com – Dalam membangun hubungan yang sehat dan langgeng tentu pasangan harus yang saling mencintai, saling support, dan saling menjaga emosional satu sama lain. Apalagi jika mereka bisa membiasakan hal-hal sederhana untuk memperkuat hubungan mereka.

Namun bagaimana jika mereka justru memiliki kebiasaan yang justru merusak hubungan mereka? Terlebih jika kebiasaan-kebiasaan ini sering dianggap remeh semua pasangan.

Dilansir dari laman The Expert Editor, Sabtu (8/6), berikut beberapa kebiasaan kecil yang bisa merugikan hubungan Anda diantaranya :

1. Terus-menerus memeriksa gadget Anda

Menurut psikologi, kebiasaan sering memeriksa gadget saat bersama pasangan dikenal sebagai istilah “phubbing” yang bisa membuat pasangan merasa diabaikan atau tidak penting.

Saat Anda terus-menerus memeriksa ponsel maka tanpa Anda sadari ponsel Anda mengirimkan pesan bahwa apapun yang terjadi di layar Anda lebih penting daripada pasangan Anda.

Tentunya, hal ini dapat menimbulkan perasaan dendam dan ketidakpuasan dalam hubungan. Sebuah penelitian mengungkapkan fakta bahwa phubbing dapat menurunkan kepuasan hubungan dan meningkatkan konflik.

2. Menghindari konflik

Kebiasaan lain yang bisa merusak hubungan Anda adalah menghindari konflik. Banyak yang mengira bahwa akan baik-baik saja jika menghindari konflik. Justru menghindari konflik bisa berdampak buruk pada hubungan Anda.

Memang benar, jika pertengkaran membuat Anda tidak nyaman dan stres namun pertengkaran juga memberikan kesempatan untuk komunikasi terbuka dan pemecahan masalah.

Ketika Anda menghindari perbedaan pendapat atau menekan perasaan demi menjaga perdamaian berarti Anda sudah menyembunyikan masalah.

Seiring berjalannya waktu, permasalahan yang belum selesai ini menumpuk dan menjadi ledakan besar.

Psikologi menunjukkan bahwa pasangan yang terlibat konflik secara konstruktif cenderung memiliki hubungan yang lebih sehat dan memuaskan.

Hal ini bukan soal menang atau kalah dalam suatu argumen tetapi menemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore