Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Januari 2025, 19.19 WIB

Apakah Anda Termasuk People Pleaser? Simak 5 Tanda yang Perlu Diketahui dan Cara Mengatasinya

ilustrasi people pleaser yang sedang kumpul dengan teman-temannya. Freepik - Image

ilustrasi people pleaser yang sedang kumpul dengan teman-temannya. Freepik

Terlalu banyak berkomitmen dan merasa kewalahan

Jika terus-menerus mengatakan "ya" pada suatu permintaan, Anda akan membuat terlalu banyak komitmen.

People pleaser sering kali mengerjakan lebih dari yang dapat mereka tangani karena percaya dapat mengelola segalanya.

Namun, kecenderungan ini dapat membuat Anda merasa terkuras dan tidak dihargai.

Mencari validasi eksternal

People pleaser sering kali cenderung mengandalkan validasi orang lain untuk merasa senang dengan dirinya sendiri.

Anda mungkin mengaitkan harga diri dengan pendapat orang lain, berusaha keras untuk mendapatkan persetujuan atau pengakuan mereka.

Mengorbankan kebutuhan sendiri

Jika selalu mengutamakan orang lain, Anda mungkin mengorbankan kebutuhan sendiri.

Meskipun membantu orang lain itu penting, mengabaikan kebutuhan sendiri dapat menyebabkan kelelahan emosional dan kurangnya pemenuhan pribadi.

Cara melepaskan diri dari perilaku people pleaser:

Menghentikan kebiasaan menyenangkan orang lain memerlukan penetapan batasan, belajar mengatakan "tidak," dan prioritaskan kesejahteraan diri sendiri.

Mulailah dengan mengidentifikasi kebutuhan dan nilai-nilai Anda sendiri, jangan ragu untuk mengungkapkannya.

Tidak apa-apa untuk mengutamakan diri sendiri. Ingat, Anda masih bisa bersikap baik dan menolong tanpa mengorbankan kebahagiaan atau kesehatan mental.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore