Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 September 2023, 23.56 WIB

Menggali Suara di Ceruk NU dan Jatim

UNJUK KEKOMPAKAN: Sekitar 12 ribu personel Banser menampilkan aksi koreografi pada acara resepsi puncak 1 Abad NU di Gor Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin (7/2). (DIPTA WAHYU/JAWA POS) - Image

UNJUK KEKOMPAKAN: Sekitar 12 ribu personel Banser menampilkan aksi koreografi pada acara resepsi puncak 1 Abad NU di Gor Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin (7/2). (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

JawaPos.com - Suara pemilih dari kalangan Nahdliyin atau kelompok nahdlatul ulama (NU) masih menjadi rebutan bagi para bakal peserta Pilpres 2024. Apalagi sebaran NU lebih banyak berada di Jawa Timur (Jatim).

Sehingga dengan kondisi itu, buktinya bacapres Anies Baswedan bersama koalisinya pun harus meminang Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Cak Imin dianggap sebagai representasi NU dan Jatim.

Kondisi itu membuat para bakal calon lain pun berupaya menyiapkan strategi yang tidak jauh berbeda. Dua kandidat lain, seperti Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo pun berusaha mendapatkan suara dari ceruk NU di Jatim

Menurut Konsultan Politik dan Direktur Eksekutif SCL Taktika Iqbal Themi, ada banyak sosok yang menjadi representasi NU dan Jatim. Para bacapres lain pun berusaha mendapatkan sosok yang dianggap menjadi bagian dari NU dan Jatim itu. Di antaranya Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa.

Khusus Mahfud, Iqbal Themi menyebut memiliki akar kuat di Jawa Timur. Dia dianggap memiliki daya tarik khusus bagi pemilih di Jatim. "Secara geografis, Mahfud MD berasal dari Jawa Timur. Ini bisa menjadi faktor pendongkrak elektabilitas di sana," jelas Themi, Selasa (19/9). Selain itu, Mahfud MD dianggap memiliki latar belakang Mahfud MD bagian dari NU dan alumni pesantren.

Iqbal Themi mengakui bahwa Jawa Timur menjadi provinsi strategis, karena lumbung suara besar pemilih Islam Nahdliyin.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut nama-nama kandidat cawapres pendamping Ganjar yang selama ini ramai di publik. Yakni, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Andika Perkasa, dan Mahfud MD.

Dia lalu menyebut, sebelumnya ada nama AHY. "Tetapi, karena (partai) Demokrat sudah menentukan (koalisi) dengan Mas Prabowo, sepertinya tidak mungkin," jelas Puan Maharani setelah menghadiri Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar (Munas dan Konbes) NU di Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur kemarin (18/9).

Puan lalu menyebut nama Ridwan Kamil. Menurut Puan, Golkar juga sudah menentukan koalisi dengan Gerindra dan mendukung capres Prabowo Subianto. Munas Partai Golkar juga sudah memutuskan mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres atau cawapres. Karena itu, tidak mungkin RK akan digandeng PDIP.

Lantas, apakah ada potensi calon pendamping Ganjar dari kalangan NU? "Mungkin saja," jawab Puan. Sebab, dari nama-nama yang sebelumnya disebutkan, ada Mahfud MD yang secara kultural adalah warga nahdliyin atau NU.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore