Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Oktober 2025, 04.35 WIB

Ruben Amorim di Ujung Tanduk: Kritik Rooney dan Hasil Buruk Bikin Kursi Manchester United Goyang

Pelatih MU, Ruben Amorim, menghadapi ancaman pemecatan jika gagal menang atas Sunderland. (@manchesterunited) - Image

Pelatih MU, Ruben Amorim, menghadapi ancaman pemecatan jika gagal menang atas Sunderland. (@manchesterunited)

JawaPos.com- Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengakui dirinya tidak bisa menutupi rekor buruk yang ia raih sejak menukangi Setan Merah. Ia menyebut wajar jika para legenda klub, termasuk Wayne Rooney, melontarkan kritik pedas terhadap kinerjanya.

Rooney, pencetak gol terbanyak sepanjang masa United, bahkan mengatakan dalam podcast BBC miliknya bahwa jiwa klub sudah hilang.

Statistik berbicara, Amorim hanya meraih 18 kemenangan dari 49 laga bersama United, termasuk sembilan kemenangan dari 33 pertandingan Premier League. Lebih menyakitkan lagi, Amorim belum sekalipun membawa MU menang dua kali beruntun di liga.

Meskipun pihak internal Old Trafford, termasuk Sir Jim Ratcliffe, dikabarkan masih mendukungnya, kegagalan mengalahkan tim promosi Sunderland akhir pekan ini diyakini akan memicu gelombang spekulasi baru soal masa depannya.

"Ini hal yang normal. Anda tidak bisa lari dari hasil pertandingan,"kata Amorim.

"Saya ingin bertahan di sini dan berjuang, tapi masalahnya ada sekarang. Semua orang tahu kami butuh hasil untuk melanjutkan proyek ini," lanjutnya.

Di balik layar, muncul pula spekulasi bahwa Amorim mungkin saja memilih mengundurkan diri ketimbang dipecat. Namun, sang pelatih menegaskan hal itu tidak akan terjadi.

"Itu keputusan dewan, bukan saya. Memang ada momen sulit ketika saya merasa frustrasi, tapi saya tidak akan berhenti sebelum memberikan segalanya untuk klub ini," tegasnya.

Di tengah tekanan performa, Amorim juga telah memberi lampu hijau kepada manajemen untuk menggelar laga persahabatan di tengah musim demi menambah pemasukan. MU diperkirakan akan menjalani tur singkat ke Asia atau Timur Tengah pada akhir November hingga Januari, dengan opsi Arab Saudi, Qatar, atau Dubai sebagai lokasi utama.

Langkah ini diambil karena United kehilangan potensi pemasukan sekitar GBP 80 juta hingga GBP 100 juta setelah gagal lolos ke kompetisi Eropa musim ini.

"Kami harus melakukannya. Saat gagal masuk Eropa, kami tahu harus mengompensasi banyak hal, termasuk anggaran dan para fans," jelas Amorim.

Musim lalu, fans United masih bersabar meski tim terpuruk di peringkat ke-15 klasemen akhir Premier League dan gagal juara setelah kalah di final Liga Europa. Namun, dengan awal buruk musim ini tiga kekalahan dari enam laga dan posisi terdampar di peringkat 14 dukungan mulai tergerus.

Ketika ditanya apa jaminan bahwa keadaan akan membaik, Amorim menjawab singkat.

"Ini bukan saatnya berkata-kata, ini saatnya menunjukkan. Saya percaya kami sudah berbeda, tapi sekarang bukan waktunya bicara. Waktunya membuktikan," pungkasnya.

 
Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore