Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2025, 00.28 WIB

Momen Epic saat Sunderland Mulai Dominasi Liga Inggris, Le Bris Ungkap Rahasia Kemenangan!

Pemain Sunderland, Noah Sadiki (kiri) berduel dengan pemain Chelsea, Reece James. (X/@SunderlandAFC) - Image

Pemain Sunderland, Noah Sadiki (kiri) berduel dengan pemain Chelsea, Reece James. (X/@SunderlandAFC)

 

JawaPos.com – Chelsea harus menelan pil pahit kala menjamu Sunderland di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Inggris. Anak asuh Enzo Maresca dipaksa mengakui keunggulan tim tamu dengan skor tipis 1-2.

Reece James dan kawan-kawan mengawali laga dengan baik. Sepakan kaki kiri Alejandro Garnacho dari sisi kiri kotak penalti gagal dihentikan oleh Robin Roefs, dan membawa tim tuan rumah unggul 1-0.

Tidak lama berselang, Sunderland berhasil menyamakan skor. Berawal dari kemelut di depan gawang Chelsea yang dihasilkan melalui lemparan ke dalam, Wilson Isidor berhasil menceploskan bola ke gawang Robert Sanchez dan mengubah skor menjadi 1-1.

Memasuki pengujung laga, gol kemenangan justru menjadi milik Sunderland. Brian Brobbey yang berhasil menguasai bola di kotak penalti, memberikan umpan manis yang disambut tendangan mendatar Chemsdine Talbi yang gagal dihalau oleh Robert Sanchez.

Gol tersebut menjadi penutup laga, sekaligus memberikan tiga poin penuh bagi tim asuhan Regis Le Bris. Status sebagai tim promosi tidak membuat Sunderland inferior kala menghadapi sang jawara dunia, dan justru menjadi motivasi tersendiri.

Kemenangan ini membawa Sunderland secara mengejutkan menembus papan atas Liga Inggris. Tim berjuluk The Black Cats ini sekarang menempati posisi keempat, dan hanya terpaut lima poin dari Arsenal yang ada di puncak klasemen.

Bahkan, menurut BBC, torehan 17 poin dari 9 laga yang diraih Sunderland musim ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah mereka berkompetisi di Liga Inggris.

Sebelum dilatih oleh Regis Le Bris, Sunderland merupakan tim yang lebih sering berkompetisi di papan bawah, bahkan sempat terdegradasi ke divisi dua sepak bola Inggris.

Kehadiran Le Bris sebagai nakhoda Sunderland pada musim 2024/2025 langsung membawa dampak positif bagi tim yang bermarkas di Stadium of Light. Pelatih asal Prancis ini berhasil membawa Sunderland promosi ke Liga Inggris pada musim pertamanya.

Kini, memasuki musim kedua Le Bris di Stadium of Light, ia sukses membawa Sunderland nangkring di posisi kedua. Musim memang masih sangat panjang, namun perjalanan Granit Xhaka dan kawan-kawan sangat menarik buat diikuti hingga akhir musim nanti.

Melansir situs BBC, Le Bris mengungkapkan rahasia di balik kemenangan timnya. Meskipun strateginya menjadi salah satu faktor di balik keberhasilan Sunderland mengalahkan Chelsea, namun Le Bris menekankan pentingnya kebersamaan yang tidak hanya ada di skuatnya, namun di seluruh personel yang ada di klub. 

"Perasaan yang ada di klub saat ini sangat baik, dan sangat luar biasa. Kami menemukan rasa kebersamaan, tidak hanya di skuad, tetapi juga di klub hingga ke penggemar. Melalui energi positif seperti ini, kami bisa menghasilkan berbagai hal baik, seperti kemenangan ini," ujar Le Bris kepada BBC.

Di sisi lain, Enzo Maresca memberikan tanggapannya terkait kekalahan ini kepada BBC. Menurut pelatih asal Italia ini, kekalahan timnya terjadi lantaran timnya tidak menampilkan penampilan terbaik, dan tidak mau menyalahkan satu atau dua pemainnya.   

"Ini bukanlah penampilan terbaik kami. Kamu bisa kehilangan poin jika tidak tampil 100 persen. Saya rasa kalah di laga seperti ini, ini bukanlah kesalahan satu atau dua pemain, tapi kami yang secara keseluruhan tidak tampil dengan baik. Ini akan menjadi pelajaran bagi kami, kerena Liga Inggris memiliki banyak pertandingan mengejutkan seperti ini," kata Enzo Maresca yang dikutip dari BBC.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore