Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 September 2025, 00.12 WIB

.Feast Sukses Gelar Konser Tunggal di Surabaya, Tampilkan Pesan Kritis untuk Indonesia

.Feast Kenang 10 Korban Kerusuhan Agustus 2025 di Konser Membangun & Menghancurkan di Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

.Feast Kenang 10 Korban Kerusuhan Agustus 2025 di Konser Membangun & Menghancurkan di Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Group musik .Feast sukses menggelar konser tunggal bertajuk "Pertunjukkan Membangun & Menghancurkan" di Convention Hall lantai 3 Grand City Surabaya, Sabtu (13/9).

Daniel Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Dicky Renanda Putra (gitar) dan Fadli Fikriawan Wibowo (bassist) membawakan sekitar 28 lagu, mulai dari O Tuan, Peradaban, Kami Belum Tentu, hingga Tarot. 

Alunan musik post-punk berpadu lirik kritis tentang isu sosial, politik, dan lingkungan,  membuat ribuan Kelelawar, sebutan untuk penggemar .Feast, ikut melompat, bersorak, dan bernyanyi.  

Di tengah aksi panggungnya, .Feast mengajak penggemar untuk saling introspeksi atas kekacauan yang belakangan terjadi di Indonesia. Mereka juga menyentil pejabat pemerintah yang dianggap tak berpihak pada rakyat.

"Rapatkan barisan petir di kepalan tangan, rapatkan barisan petir di kepalan tangan" menggema saat lagu Gugatan Rakyat Semesta dimainkan. 

Penggemar pun semakin riuh setelah terpampang tulisan "Pesan dari Warga untuk Warga", "Takutlah dan Melawan", "Teruslah Menggonggong" di latar panggung berwarna biru.

Giliran .Feast menyanyikan lagu O Tuan, suasana seketika hening saat 10 nama korban aksi demonstrasi akhir Agustus 2025, ditampilkan di layar.  

Nama Affan Maulana, seorang sopir ojek online yang tewas usai terlindas mobil rantis Brimob, tercantum paling atas. Disusul nama-nama lain, seperti Rusdam Diansyah, Sarina Wati, hingga terbaru, Septinus Sesa.

"Rest in Power. 10 orang meninggal, 3 orang masih hilang, 1042 orang luka-luka, 3337 orang masih ditangkap," tulis .Feast yang ditampilkan pada layar panggung saat membawakan lagu O Tuan.

Saat membawakan lagu Kami Belum Tentu, .Feast menayangkan cuplikan aksi demonstrasi di berbagai daerah, memperlihatkan bentrokan antara aparat dan massa, lengkap dengan momen saat massa ditembaki gas air mata.

Bassist .Feast, Awan mengatakan 'Pertunjukan Membangun & Menghancurkan' lebih dari sekedar konser musik, melainkan pengalaman multisensori yang mereka tuangkan ke dalam karya musik, visual, desain panggung, dengan alur naratif yang utuh.

“Kami ingin membawakan pertunjukan yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan. Konser ini adalah refleksi jujur dari apa yang kami alami, baik sebagai band maupun individu," ujar Awan, Sabtu (13/9).

.Feast menutup manis panggung mereka dengan lagu Tarot, salah satu single populer dalam album Membangun dan Menghancurkan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore