Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Maret 2026, 18.49 WIB

Meski Industri Lesu, SBI Catat Laba Rp659 Miliar di 2025

Kapal milik SBI yang digunakan untuk mendukung bisnis semen. (Ilham Wancoko/Jawa Pos) - Image

Kapal milik SBI yang digunakan untuk mendukung bisnis semen. (Ilham Wancoko/Jawa Pos)

Strategi tersebut mulai dijalankan secara konsisten sejak semester kedua 2025. Hasilnya, perusahaan mampu mencatatkan volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton.

Dari sisi keuangan, pendapatan perusahaan mencapai Rp10,7 triliun. Sementara beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp8,32 triliun.

Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar Rp1,87 triliun. Laba periode berjalan berhasil mencapai Rp659 miliar.

“Pada aspek operational excellence, kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi dan bahan bakar alternatif. Sedangkan pengelolaan pemasaran dan penjualan difokuskan pada penguatan merek dan saluran distribusi terutama di area-area dengan marjin tinggi. Strategi tersebut diperkuat dengan program efisiensi biaya untuk pengendalian biaya yang terukur dan penurunan beban keuangan,” ungkap Rizki.

Lebih lanjut, Rizki menjelaskan bahwa program efisiensi memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan. Beban keuangan perusahaan berhasil ditekan hingga 34,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penguatan struktur permodalan dan percepatan pembayaran pinjaman, membuktikan ketahanan Perseroan dalam menjaga kesehatan neraca dan likuiditas Perseroan,” jelasnya.

Ke depan, perusahaan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan melalui sinergi dengan SIG. Berbagai inisiatif strategis terus disiapkan untuk memperkuat posisi di industri.

Salah satu langkah yang tengah dikembangkan adalah proyek dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur. Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.

”Fasilitas dengan kapasitas ekspor 500 ribu hingga 1 juta ton semen ini ditargetkan untuk mulai operasional pada pertengahan tahun 2026,” ungkap Rizki Kresno.

Selain ekspor, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan lini bisnis baru. Fokusnya adalah pada soil stabilization untuk menjawab kebutuhan industri konstruksi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore