Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 September 2024, 16.20 WIB

Mari Melihat Indonesia dari Pedalaman

Cover buku. - Image

Cover buku.

Ironisnya, warga Halut yang putus asa sering kali dimanfaatkan oleh perusahaan tambang dengan iming-iming dana bantuan CSR (corporate social responsibility) asalkan mau mendukung pemberian izin tambang pada perusahaan. CSR yang seharusnya digunakan untuk perbaikan lingkungan justru digunakan perusahaan tambang untuk memperluas konsesi tambang yang sebelumnya sudah merusak alam dan mencemari lautan.

Kisah yang tak kalah menyedihkan terjadi di Sulawesi Tenggara (Silopo), yang generasi mudanya memilih menjadi buruh murah (kadang secara ilegal) ke Malaysia demi sesuap nasi. Sebab, desa yang mereka tinggali tak mampu lagi menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai (hal 143).

Membaca Pancaroba Nusantara adalah membaca dinamika masyarakat pedesaan dengan segala masalahnya. Buku ini mengajak pembaca untuk memahami persoalan sosial-ekonomi secara kritis sekaligus memberi pemahaman bahwa Indonesia bukan hanya kota-kota besar di Pulau Jawa, melainkan seluruh daerah dari Sabang hingga Merauke. Karena itu, indikator kemajuan di Indonesia tidak bisa dilihat dari Jawa saja, melainkan seluruh pulau di Nusantara, termasuk daerah pedalamannya.

Setelah saya menuntaskan membaca Pancaroba Nusantara, klaim meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan menyambut HUT Ke-79 RI terlihat seperti secuil biskuit dalam kaleng kosong Khong Guan. Ada sih, tapi sedikit doang! (*)

---

  • Judul: Pancaroba Nusantara, Sketsa-Sketsa Perubahan Lingkungan dan Masyarakat Pedalaman Indonesia
  • Penulis: Roem Topatimasang, Ahmad Mahmudi
  • Penerbit: Insist Press
  • Terbit: Cetakan I, Juli 2024
  • Tebal: xxxxiv + 268 halaman
  • ISBN: 978-623-6179-22-2

*) Oleh TIARA UCI, Alumnus Universitas Negeri Surabaya

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore