
Kabar kurang menyenangkan datang untuk gamer. Sony resmi kembali menaikkan harga PlayStation 5 secara global. (Istimewa)
JawaPos.com - Kabar kurang menyenangkan datang untuk gamer. Sony Group kembali menaikkan harga PlayStation 5 (PS5) secara global, termasuk kenaikan USD100 di Amerika Serikat, menandai penyesuaian harga kedua dalam waktu kurang dari setahun.
Mengutip dari laman reuters, Senin (30/3) kenaikan harga ini terjadi di tengah naiknya biaya komponen utama, terutama chip memori, yang kini semakin mahal karena industri teknologi global sedang berlomba membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Produsen chip kini lebih memprioritaskan kebutuhan pusat data AI yang margin keuntungannya lebih tinggi, sehingga pasokan untuk perangkat konsumen seperti konsol game ikut tertekan.
Mulai 2 April 2026, Sony menetapkan harga baru untuk lini PS5 di pasar Amerika Serikat. Jika dikonversi ke rupiah, berikut kisarannya:
Artinya, harga konsol Sony kini semakin jauh dari kata murah, terutama bagi gamer yang menunggu momen upgrade.
Kenaikan harga ini tidak hanya berlaku di Amerika Serikat. Sony juga menerapkan penyesuaian harga di Eropa dan Jepang, setelah melakukan evaluasi terhadap tekanan biaya dalam rantai pasok global.
Langkah ini menunjukkan bahwa industri konsol saat ini sedang menghadapi tantangan besar, bukan hanya dari sisi permintaan pasar, tetapi juga dari mahalnya komponen inti.
Booming AI Bikin Harga Konsol Ikut Naik
Salah satu penyebab utama harga PS5 naik adalah perubahan besar di industri semikonduktor. Saat ini, produsen memori lebih fokus memasok chip untuk server AI, pusat data, infrastruktur cloud dibandingkan untuk perangkat konsumen seperti konsol game, laptop, TV pintar atau gadget rumah tangga. Akibatnya, biaya produksi konsol seperti PS5 ikut terdorong naik.
Pasar Konsol Sedang Melambat
Kenaikan harga ini datang di saat pasar konsol juga sedang tidak terlalu agresif tumbuh. Pada kuartal liburan Oktober–Desember, penjualan PlayStation 5 tercatat turun 16% secara tahunan menjadi 8 juta unit.
Ini menunjukkan bahwa permintaan PS5 mulai melambat seiring usia produk yang kini sudah mendekati enam tahun di pasar.
Sejumlah analis menilai, kenaikan harga konsol bisa makin menahan pertumbuhan industri video game tahun ini.
