Ilustrasi suplemen kesehatan (Freepik) JawaPos.com - Bulan Ramadhan membawa perubahan pada pola makan, jam tidur, serta aktivitas harian. Tubuh yang biasanya mendapatkan asupan makanan secara teratur harus beradaptasi dengan waktu makan yang terbatas hanya saat sahur dan berbuka. Kondisi ini terkadang membuat sebagian orang merasa lebih mudah lelah, kurang fokus, atau mengalami penurunan daya tahan tubuh. Karena itu, selain menjaga pola makan seimbang, konsumsi suplemen dengan kandungan nutrisi tertentu dapat membantu mendukung kebugaran tubuh selama menjalani ibadah puasa. Dikutip dari laman Halodoc dan Alodokter, beberapa kandungan nutrisi dalam suplemen dapat membantu mendukung daya tahan tubuh, menjaga energi, serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral selama bulan Ramadhan. Kandungan itu biasanya terdapat dalam berbagai jenis suplemen yang dapat dikonsumsi secara bijak sesuai kebutuhan tubuh. Berikut delapan kandungan suplemen yang dapat membantu tubuh tetap fit selama bulan Ramadhan, khususnya bagi orang dewasa yang memiliki aktivitas padat. Baca Juga: 7 Kebiasaan Sehat Selama Ramadhan yang Bisa Anda Pertahankan Selamanya 1. Vitamin C Vitamin C atau asam askorbat dikenal sebagai antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas serta membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Saat menjalani puasa, tubuh tetap membutuhkan perlindungan dari stres oksidatif akibat perubahan pola makan dan aktivitas. Kebutuhan vitamin C harian pada orang dewasa umumnya sekitar 90 mg untuk pria dan 75 mg untuk wanita. Tubuh sebenarnya hanya mampu menyerap sekitar 500 mg vitamin C per hari, sehingga konsumsi yang berlebihan tidak memberikan manfaat tambahan. Cara konsumsi yang disarankan adalah membagi dosis, misalnya 250 mg saat sahur dan 250 mg setelah berbuka, agar penyerapannya lebih optimal. 2. Vitamin D3 dan K2 Vitamin D3 dan K2 sering ditemukan dalam satu suplemen karena keduanya bekerja saling melengkapi. Vitamin D3 membantu meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh, sedangkan vitamin K2 berperan mengarahkan kalsium tersebut ke tulang, sehingga tidak menumpuk di pembuluh darah. Kombinasi kedua vitamin ini penting untuk menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, serta mendukung sistem imun. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat berkaitan dengan kualitas tidur yang kurang baik, sesuatu yang sering dialami saat bulan ramadhan yaitu pola tidur yang tidak teratur. Kebutuhan vitamin D3 untuk orang dewasa umumnya sekitar 800–1000 IU per hari. 3. Magnesium dan Kalsium Magnesium dan kalsium adalah dua mineral penting yang juga sering dikonsumsi bersamaan. Kalsium berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi, sedangkan magnesium membantu proses relaksasi otot, fungsi saraf, serta produksi energi dalam tubuh. Selama Ramadhan, tubuh membutuhkan energi yang stabil untuk menjalani aktivitas sepanjang hari tanpa asupan makanan. Magnesium juga dikenal dapat membantu mengurangi kelelahan dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik. Untuk orang dewasa, kebutuhan harian umumnya sekitar 1000 mg kalsium dan 300–400 mg magnesium. 4. Vitamin E Vitamin E merupakan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Nutrisi ini juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit serta mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Saat menjalani puasa, tubuh dapat mengalami perubahan metabolisme yang memicu stres oksidatif. Konsumsi vitamin E dalam suplemen dapat membantu menjaga keseimbangan tersebut sehingga tubuh tetap bugar. Kebutuhan vitamin E untuk orang dewasa biasanya sekitar 15 mg per hari. 5. Omega-3 dan Omega-6 Omega-3 dan omega-6 merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan atau suplemen. Kedua jenis lemak ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung, fungsi otak, serta regulasi hormon. Omega-3 bersifat anti inflamasi, yaitu membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, sedangkan omega-6 berperan dalam proses proinflamasi yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi dan memperbaiki jaringan. Karena memiliki fungsi yang saling melengkapi, keduanya perlu dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang. Pada orang dewasa, kebutuhan omega-3 umumnya sekitar 250–500 mg per hari. 6. DHEA Dehydroepiandrosterone (DHEA) adalah hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Hormon ini berfungsi sebagai prekursor hormon, yaitu bahan dasar pembentukan hormon lain seperti estrogen dan testosteron. Dalam suplemen, DHEA sering dikaitkan dengan dukungan terhadap energi, metabolisme, serta keseimbangan hormon. Bagi orang dewasa dengan aktivitas tinggi selama bulan puasa, keseimbangan hormon dapat membantu menjaga stamina dan fokus. Dosis suplemen DHEA yang umum digunakan pada orang dewasa berkisar 25–50 mg per hari, sesuai anjuran tenaga kesehatan. 7. Pregnenolone Pregnenolone dikenal sebagai "mother hormone" karena menjadi bahan dasar pembentukan berbagai hormon penting, termasuk progesteron, estrogen, testosteron, dan kortisol. Hormon ini berperan dalam fungsi otak, memori, suasana hati, serta regulasi hormon tubuh. Saat menjalani puasa, perubahan ritme aktivitas dapat mempengaruhi konsentrasi dan energi. Oleh karena itu, pregnenolone dalam suplemen kadang digunakan untuk membantu mendukung fungsi kognitif dan keseimbangan hormon pada orang dewasa. Dosis yang umum digunakan biasanya sekitar 5–20 mg per hari. 8. Camellia sinensis dan Zingiber officinale (Jahe) Camellia sinensis adalah tanaman yang menjadi sumber utama teh hijau, teh hitam, dan teh putih. Tanaman ini kaya akan antioksidan seperti polifenol dan katekin, yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta mendukung metabolisme tubuh. Sementara itu, Zingiber officinale atau jahe dikenal memiliki sifat anti inflamasi, antioksidan, serta membantu sistem pencernaan. Kandungan ini juga sering digunakan untuk membantu meredakan mual, meningkatkan sirkulasi darah, dan mendukung daya tahan tubuh. Dalam bentuk suplemen, ekstrak teh hijau biasanya dikonsumsi sekitar 250–500 mg per hari, sedangkan ekstrak jahe sekitar 500–1000 mg per hari. Mengkonsumsi suplemen dengan kandungan nutrisi yang tepat dapat menjadi pendukung kesehatan selama bulan Ramadhan, terutama bagi orang dewasa dengan aktivitas yang padat. Namun, suplemen sebaiknya tetap dikombinasikan dengan pola makan seimbang saat sahur dan berbuka, cukup istirahat, serta hidrasi yang baik. Dengan menjaga asupan nutrisi yang tepat, tubuh dapat tetap bugar selama menjalani ibadah puasa hingga merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan kondisi yang sehat dan penuh energi. Baca Juga: 6 Langkah Cegah Asam Lambung Kambuh saat Puasa