JawaPos.com - Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantan Korupsi (KPK) Poengky Indarti merasa prihatin terkait anjloknya kepercayaan publik terhadap KPK. Sebab, berbagai lembaga survei menyebut, kepercayaan publik terhadap KPK anjlok.
"Harus mendapatkan kepercayaan masyarakat kembali, kalau kita melihat dari survei-survei yang ada, ini termasuk yang paling rendah ya sampai 56 persen gitu, ya ke delapan dari delapan institusi kan itu sangat memperihatinkan," kata Poengky di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11).
Poengky mengaku mempunyai strategi untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap KPK, salah satunya harus bekerja dengan benar. Ia tak menginginkan, Pimpinan KPK ke depan kembali tersangkut permasalahan etik.
"Kami berharap ke depan ini akan mendapatkan kembali kepercayaan dari masyarakat, jadi itu musti harus kerja yang bener, kemudian integritasnya mesti harus bagus, jangan sampai misalnya kena kasus etik, terus bahkan kasus pidana jangan sampai seperti itu," tegas Poengky.
Selain itu, Poengky menekankan kerja-kerja di KPK antara Pimpinan, Dewan Pengawas dan pegawai harus sama-sama solid dan bersinergi. Ia pun tak menginginkan, adanya pungutan liar (pungli) di rumah tahanan KPK, seperti yang terjadi belakangan ini.
"Jadi jangan sampai misalnya di rutan-rutan itu ngutip ngutip, terus kemudian ada kekerasan berlebihan yang dilakukan penyidik, penyelidik, misalnya dalam rangka penangkapan, penahanan, dan sebagainya itu harus sesuai dengan hak asasi manusia," pungkas Poengky.