Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 September 2024, 16.45 WIB

Paradoks Kelas Menengah di Indonesia

JOSEGI MACHIORENO GINTING - Image

JOSEGI MACHIORENO GINTING

Fenomena turun kelas serta pergeseran dari sektor formal ke sektor informal pada kelas menengah tersebut merupakan early warning (peringatan dini) bagi pembuat kebijakan. Mereka harus bisa lebih cepat dan tepat dalam mengambil keputusan intervensi jangka pendek, menengah, maupun panjang. Indonesia bukan hanya milik kelompok atas maupun kelompok miskin. Makin lama pemerintah mengambil langkah intervensi, akan makin kuat bunyi warning-nya.

Sebut saja, Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dirilis BPS pada awal September lalu menunjukkan bahwa telah terjadi deflasi selama 4 bulan berturut-turut pada Mei–Agustus 2024. Fenomena deflasi berturut-turut itu juga pernah terjadi saat krisis moneter 1998 dan 2008.

Menjadi pertanyaan serius, apakah hari ini kita sedang mengalami krisis moneter juga? Pemerintah tidak boleh ’’alergi’’ terhadap berbagai indikator dan early warnings. Pemerintah justru perlu mencermatinya lebih dalam agar dapat membuat diagnosis dan meramu ’’obat’’ yang tepat untuk perekonomian Indonesia.


*) JOSEGI MACHIORENO GINTING, Mahasiswa master of public policy di Victoria University of Wellington, Selandia Baru

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore