Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Maret 2025, 17.30 WIB

Penjualan MG Motor di IIMS 2025 Didominasi Mobil Listrik, Sentuh Angka 80 Persen

MG Motor Indonesia resmi meluncurkan dua mobil listriknya untuk pasar Indonesia yakni MG 4 EV dan SUV New MG ZS EV. - Image

MG Motor Indonesia resmi meluncurkan dua mobil listriknya untuk pasar Indonesia yakni MG 4 EV dan SUV New MG ZS EV.

JawaPos.com - Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 telah selesai beberapa hari yang lalu. MG Motors Indonesia mengaku mendapat penjualan yang memuaskan.

Chief Executive Officer MG Motor Indonesia, He Guowei, mengatakan, bahwa 80 persen penjualan pada pameran tersebut didominasi oleh kendaraan listrik atau EV.
 
“SPK pada IIMS capai 400 unit. 80 persen BEV (Battery Electric Vehicle), ya termasuk MG 4 EV dan MG ZS EV, tentu saja Cyberster,” kata He Guowei setelah acara “Iftar MG Motor Indonesia with Media” di Senayan Park, Jakarta Selatan, Selasa (4/3).
 
 
Berbekal pencapaian positif pada IIMS 2025, MG Motor masih akan menghadirkan kendaraan listrik lainnya pada masa depan.
 
Tak hanya itu, MG Motor bahkan tertarik untuk membuat gebrakan pada lini hybrid dengan menurunkan harga. Hal ini mengikuti intensif yang cukup besar dari pemerintah yakni Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar tiga persen.
 
“Itu yang saya dengar juga (intensif 3 persen), tapi saya perlu memeriksa, karena kita tahu 3 persen itu uang yang besar untuk kita. Jika kami bisa memiliki 3 persen, kami bisa menurunkan harganya dan itu akan memberikan manfaat bagi pelanggan lokal,” ungkap dia.
 
 
Teruntuk target penjualan pada tahun ini, pria yang akrab disapa Alec ini mengungkap bahwa target akan bergantung pada pasar, jika produknya bagus maka akan diikuti dengan target yang tinggi.
 
“Itu bergantung pada produk baru kita, plan produk kita, plan jualan kita dan kemudian kita mencoba optimisasi itu berarti kita mencoba menjual lebih banyak mobil dengan harga stabil, jualan terbaik harga terbaik untuk kustomer,” jelasnya.
 
“Kita memiliki proyeksi yang salah itu berarti kita membuat lebih banyak mobil dan ketika kita memiliki lebih banyak mobil, itu berarti kita memiliki banyak stok, ketika dealer memiliki stok, mereka akan panik,” tukas dia.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore