
Pep Guardiola memberi instruksi kepada Jeremy Doku di pinggir lapangan. (Martin Rickett/PA)
JawaPos.com – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan pujian tinggi kepada Jeremy Doku setelah penampilan mengesankan sang pemain dalam kemenangan timnya atas Burnley dengan skor 5-1 pada Sabtu malam (28/9). Doku, yang berposisi sebagai pemain sayap, menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengambilan keputusan selama pertandingan tersebut.
Di Stadion Etihad, lima gol berhasil dicetak oleh Manchester City, termasuk dua gol bunuh diri dari Maxime Esteve dan tendangan voli yang memukau dari Matheus Nunes. Erling Haaland juga menyumbangkan dua gol di akhir pertandingan, menambah daftar gol City pada malam itu.
Walaupun Doku tidak mencetak gol dalam laga tersebut, Guardiola menekankan betapa pentingnya kontribusinya bagi tim. Doku terlibat dalam proses terciptanya gol bunuh diri pertama Burnley, di mana tembakannya yang diblok oleh Esteve justru masuk ke gawang yang dijaga oleh Martin Dubravka. Selain itu, Doku juga memberikan umpan kepada Haaland untuk gol pertamanya.
Dalam dua musim pertamanya bersama Manchester City, Doku sering kali dipertanyakan mengenai hasil akhir performanya. Namun, di awal musim 2025/2026 ini, ia telah berhasil mencatatkan satu gol dan tiga assist dalam tujuh penampilannya. Hal ini menunjukkan perkembangan yang signifikan bagi pemain berusia 23 tahun tersebut.
"Saya meminta para pemain sayap di sepertiga akhir untuk bermain satu lawan satu atau satu lawan dua, dan saya merasa pengambilan keputusan Jeremy (Doku) di sepertiga akhir meningkat, wow!" ujar Guardiola. Ia menambahkan bahwa Doku kini lebih mampu memberikan assist dan menemukan celah ketika melawan tim yang menerapkan pertahanan rendah.
Guardiola juga menggarisbawahi pentingnya peran Doku dalam transisi serangan tim. "Ketika tim sedang transisi, mungkin dia akan sedikit kesulitan, tetapi dia menguasai bola dan membawa lawan ke kotak penalti mereka sendiri," tambah pelatih asal Catalunya tersebut. Ia menilai Doku kini lebih cerdas dalam membaca situasi permainan dan mampu mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi beberapa lawan sekaligus.
Guardiola juga mencatat bahwa kebangkitan performa timnya dimulai setelah kemenangan besar melawan Manchester United dua pekan lalu, tepatnya pada 14 September, di mana City meraih kemenangan 3-0. "Saya pikir sejak pertandingan melawan United, tim menunjukkan cara bermain yang berbeda dan bahasa tubuh yang lebih percaya diri di lapangan," ujar Guardiola.
Ia melanjutkan, "Bahkan ketika mereka tidak bermain bagus melawan Arsenal, cara mereka bertahan dan saling membantu adalah kunci dari segalanya." Dengan performa yang semakin membaik, Guardiola berharap timnya dapat terus meraih hasil positif di laga-laga mendatang.
Kedepannya, Manchester City akan bertandang ke markas AS Monaco pada laga kedua Liga Champions yang akan digelar pada Kamis (2/10) di Stadion Louis II-Monaco-Castelans. Setelah itu, mereka juga akan menghadapi Brentford di pekan ketujuh Liga Inggris, di mana Brentford baru saja mengalahkan Manchester United dengan skor 3-1.
