
"Saya tidak akan merinci tindakan yang kami ambil. Kami menciptakan kondisi optimal untuk menggulingkan rezim, tetapi saya tidak akan menyangkal bahwa saya tidak dapat memberi tahu Anda dengan pasti bahwa rakyat Iran akan menggulingkan rezim - sebuah rezim digulingkan dari dalam," kata Netanyahu.
"Tapi kami pasti bisa membantu dan kami membantu," lanjutnya.
Saat Netanyahu berbicara, sirene peringatan serangan rudal dari Iran dilaporkan berbunyi di sejumlah wilayah Israel bagian tengah. Hal itu menandakan bahwa eskalasi militer antara kedua negara masih berlangsung.
Di sisi lain, meskipun sebagian warga Iran menginginkan perubahan politik dan bahkan sempat merayakan kematian Ali Khamenei, hingga kini belum terlihat adanya gelombang demonstrasi besar sejak perang dimulai.
Sebelum muncul dalam konferensi pers tersebut, Netanyahu sempat menjadi pusat spekulasi global setelah media Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa ia kemungkinan tewas atau terluka.
Spekulasi muncul karena Netanyahu tidak terlihat di publik selama tiga hingga empat hari, padahal sebelumnya ia rutin merilis pesan video setiap hari mengenai perkembangan perang.
Selama periode tersebut, pernyataan yang dikaitkan dengannya hanya dirilis dalam bentuk tulisan tanpa video atau foto terbaru.
Kemunculan Netanyahu dalam konferensi pers ini sekaligus membantah rumor tersebut. Namun pernyataan kerasnya terhadap kepemimpinan baru Iran berpotensi semakin meningkatkan ketegangan dalam konflik regional yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi.
