Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Juli 2024, 14.18 WIB

Waspada! Orang yang Makan dengan Cepat Rentan Obesitas, Simak Penjelasan Berikut Ini

Ilustrasi kegiatan makan (freepik) - Image

Ilustrasi kegiatan makan (freepik)

“Ngunyah cepat biasanya jika sudah habis (makanan) masih terasa lapar, tapi kalau orang yang makannya lama belum habis sudah kenyang,” lanjutnya.

Pentingnya menyadari kebutuhan nutrisi untuk menghentikan konsumsi makanan yang berlebihan. 

Makan terlalu cepat mengurangi pemisahan hormon rasa kenyang, sehingga ada kecenderungan untuk makan lebih banyak dari yang diperlukan.

Studi Tentang Hubungan Antara Kecepatan Makan dan Penambahan Berat Badan

Beberapa penelitian menunjukkan makan lebih lambat dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, termasuk pada orang dengan berat badan normal dan obesitas.

Dalam suatu penelitian semua peserta, baik dengan berat badan normal dan obesitas diberi kesempatan makan dengan tenang dan dalam kondisi yang memungkinkan dilakukan secara perlahan.

Terkadang mereka diminta makan dengan cepat.Hasilnya menunjukkan bahwa semua peserta makan lebih sedikit saat mereka makan perlahan dan kemudian merasa kurang lapar dibandingkan saat mereka makan lebih cepat.

Apa yang Dapat Anda Lakukan untuk Mengurangi Seberapa Cepat Anda Makan?

Semua makanan yang dimakan dalam waktu kurang dari 20 menit dianggap terlalu cepat, terlepas dari jenis makanan apa yang sedang dimakan.

Di bawah ini, adalah beberapa saran untuk membantu makan lebih lambat:

  1. Tempat makan yang tenang

Para ahli merekomendasikan makan dengan TV dimatikan karena dapat mengganggu perhatian Anda dan secara tidak sadar membuat Anda makan lebih cepat.

  1. Mengunyah 20 hingga 25 kali per gigitan

Saat Anda melakukannya, cobalah untuk mengidentifikasi bahan-bahan yang Anda makan.

  1. Gunakan peralatan makan

Menggunakan peralatan makan dapat mengatur kecepatan Anda saat makan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore