
Ilustrasi pendengar yang baik./Pexels
Cara selanjutnya adalah dengan menyajikan bahasa tubuh yang positif. Bahasa tubuh yang dimaksud adalah gerak tangan, posisi tubuh sampai ekskresi sebagai tanda bahwa kamu benar-benar mendengarkan.
Kamu bisa melakukan kontak mata yang cukup, duduk tegak dan mempertahankan ekspresi positif.
Hal ini bisa membuat orang lain merasa didengarkan dan nyaman melanjutkan ceritanya.
Kamu juga bisa menyesuaikan bahasa tubuh dengan perasaan mereka. Misal, ketika sedang marah atau sedih, kamu bisa menunjukkan gestur tubuh dan wajah yang sesuai.
3. Tidak Menginterupsi
Tidak melakukan interupsi kepada orang yang sedang bicara sebenarnya adalah hal yang harus dilakukan. Selain tidak sopan, hal ini bisa membuat kamu jadi bukan pendengar yang baik.
Cara ini dilakukan karena tidak semua orang menginginkan nasihat atau saran. Terkadang, orang bercerita dengan tujuan hanya untuk didengarkan.
Oleh karenanya, kamu harus menahan perasaan untuk menyela ketika mendengarkan cerita.
Selalu ingat bahwa kamu tentu punya kesempatan untuk bicara di akhir nanti. Namun, ketika lawan bicaramu berbicara sekarang sebaiknya dengarkan dahulu sampai selesai.
4. Respon dengan Tanya
Ketika cerita sudah usai, inilah waktu untuk kamu merespon dengan tanya. Beberapa pertanyaan penting seperti detail peristiwa atau kesimpulan dari cerita tersebut bisa kamu tanyakan untuk klarifikasi.
Hal ini mengindikasikan bahwa kamu benar-benar peduli dan mendengarkan cerita tersebut. Selain itu, pertanyaan ini juga bisa membantumu memahami situasi orang tersebut.
Teman kamu mungkin bisa menambahkan satu-dua hal yang ia lupa sampaikan. Hal ini menjadikan kamu terlibat secara aktif dalam mendengarkan.
Menjadi orang yang penasaran dan bertanya kembali justru tanda bahwa kamu teman dan pendengar yang baik.
5. Pribadi yang Empati
