
ilustrasi nasi di atas piring. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Nasi dianggap sebagai makanan pokok Indonesia, dikenal karena keserbagunaan dan manfaatnya.
Nasi dapat diolah dengan berbagai cara untuk menjaga kesehatan usus dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Namun, orang-orang sering berdebat apakah lebih sehat mengonsumsi nasi hangat atau nasi dingin untuk pencernaan yang lebih baik, kadar gula darah, dan kesehatan.
Untuk mencari tahu, dilansir English jagran, mari simak manfaat dan efek samping dari nasi hangat dan nasi dingin di bawah ini!
Manfaat nasi hangat
Nasi yang baru dimasak tidak hanya enak rasanya tetapi juga lebih mudah dicerna. Kandungan pati di dalamnya berada dalam bentuk alami, yaitu gelatin.
Karena mudah dicerna, nasi hangat memberikan energi cepat dan baik untuk orang yang membutuhkan ketersediaan glukosa yang cepat.
Efek samping nasi hangat
Selain manfaat, nasi hangat dapat menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat dan memiliki lebih sedikit serat seperti pati.
Meskipun sehat, nasi hangat tidak ideal untuk pengidap diabetes, resistensi insulin, atau yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Baca Juga:Ahli Gizi IPB Bagikan Tips Sehat Konsumsi Nikmati Makanan Lebaran, Jangan Sampai Salah Pola Makan!
Manfaat nasi dingin
Nasi dingin dianggap lebih sehat. Hal ini karena ketika nasi yang sudah dimasak didinginkan selama beberapa jam, misalnya 8-12 jam, sebagian karbohidratnya berubah menjadi pati resisten.
Pati resisten ini dicerna secara perlahan, mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
