Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Maret 2026, 15.29 WIB

Nasi Hangat vs Nasi Dingin: Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

ilustrasi nasi di atas piring. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi nasi di atas piring. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Nasi dianggap sebagai makanan pokok Indonesia, dikenal karena keserbagunaan dan manfaatnya.

Nasi dapat diolah dengan berbagai cara untuk menjaga kesehatan usus dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Namun, orang-orang sering berdebat apakah lebih sehat mengonsumsi nasi hangat atau nasi dingin untuk pencernaan yang lebih baik, kadar gula darah, dan kesehatan.

Untuk mencari tahu, dilansir English jagran, mari simak manfaat dan efek samping dari nasi hangat dan nasi dingin di bawah ini!

Manfaat nasi hangat

Nasi yang baru dimasak tidak hanya enak rasanya tetapi juga lebih mudah dicerna. Kandungan pati di dalamnya berada dalam bentuk alami, yaitu gelatin.

Karena mudah dicerna, nasi hangat memberikan energi cepat dan baik untuk orang yang membutuhkan ketersediaan glukosa yang cepat.

Efek samping nasi hangat

Selain manfaat, nasi hangat dapat menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat dan memiliki lebih sedikit serat seperti pati.

Meskipun sehat, nasi hangat tidak ideal untuk pengidap diabetes, resistensi insulin, atau yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Manfaat nasi dingin

Nasi dingin dianggap lebih sehat. Hal ini karena ketika nasi yang sudah dimasak didinginkan selama beberapa jam, misalnya 8-12 jam, sebagian karbohidratnya berubah menjadi pati resisten.

Pati resisten ini dicerna secara perlahan, mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore